INDRAMAYU, (FC). – Ledakan yang disertai kebakaran melanda Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara milik Pertamina di Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, terbakar. Rabu (6/5).
Peristiwa ini memicu kepanikan warga setelah suara dentuman keras terdengar dari dalam area fasilitas tersebut.
Ledakan terjadi lebih dulu sebelum kobaran api membesar dari salah satu instalasi pengolahan. Api dengan cepat menjulur tinggi disertai asap hitam pekat yang membumbung ke udara.
Sedikitnya dua kali ledakan susulan juga terdengar hingga membuat area sekitar bergetar.
Sejumlah unit pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama tim internal Pertamina langsung dikerahkan ke lokasi.
Petugas berjibaku selama lebih dari tiga jam untuk memadamkan api, mencegah penjalaran ke titik lain, sekaligus melakukan langkah mitigasi.
Warga sekitar, Nining Surtini, mengungkapkan dirinya mendengar suara ledakan keras sebelum melihat kobaran api besar dari dalam area SPU.
Saat kejadian, ia tengah berada di warung yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
“Awalnya ada ledakan gede, sampai dua kali. Pas dilihat apinya tinggi, besar banget. Orang-orang pada kaget, sampai bergetar,” ungkap Nining.
Ia menuturkan, situasi sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri, meski tidak ada rumah warga yang terdampak langsung.
“Yang lagi makan pada lari keluar semua. Dari dalam area juga pada lari. Tapi rumah warga nggak ada yang terdampak, cuma ledakan saja,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Losarang, Encep Ria Setiadi, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB berdasarkan laporan dari pemerintah desa.
Pihaknya segera melakukan langkah pengamanan dengan berkoordinasi bersama aparat terkait.
Ia mengatakan, aparat kecamatan bersama pemerintah desa fokus melokalisir area guna mencegah warga mendekat ke lokasi kejadian demi keselamatan.
“Kami menjaga agar masyarakat tidak mendekat pada lokasi kejadian,” kata Encep.
Menurut Encep, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah upaya bersama berbagai unsur. Kondisi di lokasi pun kini telah kembali kondusif.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan saat ini kondisi sudah kondusif dan stabil,” pungkasnya.
Setelah pemadaman, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, meski aktivitas warga di sekitar lokasi sempat terganggu.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan yang memicu kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim investigasi internal Pertamina bersama pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post