MAJALENGKA, (FC).- Menghadapi potensi kemarau ekstrem yang diprediksi BMKG, sebanyak 28 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tergabung dalam Paguyuban Silihwangi Majakuning bergerak cepat memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Langkah ini dilakukan dengan menggelar sosialisasi pencegahan dini, patroli rutin, hingga penyaluran bantuan alat pemadam berupa jet shooter kepada KTH di wilayah Majalengka dan Kuningan.
Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar, mengatakan kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini untuk menekan risiko kebakaran saat musim kemarau panjang.
“Mitigasi tidak bisa menunggu api membesar. Kesiapan personel, alat, dan koordinasi harus diperkuat sejak sekarang,” ujarnya.
Kegiatan terbaru digelar di kawasan Bumi Perkemahan Panten, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Selain pelatihan lapangan, KTH juga dibekali kemampuan penanganan awal serta peralatan pemadam untuk mempercepat respons saat muncul titik api.
Nandar menegaskan, posisi KTH sebagai masyarakat desa penyangga menjadikan mereka garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan Ciremai.
“Kalau terjadi kebakaran, seluruh KTH harus bergerak cepat dan saling membantu. Kekompakan di lapangan sangat menentukan,” katanya.
Ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino diperkirakan meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran, terutama di kawasan rawan seperti lereng Argapura. Vegetasi kering dan tiupan angin dinilai dapat mempercepat penyebaran api.
Koordinator Lapangan Paguyuban, Jumanta, menyebut wilayah Cikaracak termasuk titik rawan yang perlu pengawasan intensif selama musim kemarau.
Melalui penguatan kesiapsiagaan ini, Paguyuban Silihwangi Majakuning berharap potensi karhutla dapat ditekan sejak dini, sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan Ciremai sebagai penyangga kehidupan masyarakat. (Munadi)









































































































Discussion about this post