KOTA CIREBON, (FC).- Peringatan Hari Buruh Internasional di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon berlangsung lebih dari sekadar seremoni.
Mengusung tema “Banteng Pro Pekerja, Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari”, kegiatan ini menjadi ruang pendidikan politik yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan harapan buruh dalam forum terbuka.
Sejak awal acara, suasana berlangsung hangat dan reflektif.
Para peserta diajak menelusuri kembali sejarah panjang perjuangan buruh, sebagai pengingat bahwa hak-hak pekerja saat ini merupakan hasil dari perjuangan kolektif yang penuh tantangan.
Dalam sesi diskusi yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon ini menyoroti isu jaminan sosial bagi para buruh.
Ketua KSPSI Kota Cirebon, M Fahrozi mengungkapkan, buruh masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama dalam implementasi jaminan sosial dan kepastian kerja.
“Di zaman modern ini, buruh masih menghadapi beebagai macam tantangan dalam dunia kerja terutama jaminan sosial dan kepastian kerja,” ungkapnya.
Ke depan Rozi berharap adanya regulasi dan program yang dapat dirasakan manfaatnya bagi para buruh.
“Harapan kami, regulasi dan program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh buruh. Jangan hanya bagus di atas kertas, tapi sulit diakses di lapangan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina mengatakan negara wajib hadir dan memastikan para pekerja terlindungi karena perlindungan sosial merupakan bagian dari kesejahteraan buruh secara menyeluruh.
“Jaminan sosial bukan sekadar program, tetapi hak dasar buruh. Negara wajib memastikan pekerja terlindungi, baik saat bekerja maupun ketika menghadapi risiko seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Wakabid Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Cici Situmorang menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran politik buruh agar memahami posisi strategis mereka dalam pembangunan.
“Momentum May Day ini kita gunakan untuk memperkuat pemahaman buruh, terutama terkait kebijakan seperti RUU Ketenagakerjaan. Buruh harus tahu dan ikut mengawal agar regulasi yang lahir benar-benar melindungi mereka,” ujarnya.
Ia juga menekankan konsistensi PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik yang berpihak pada buruh, khususnya dalam memperjuangkan kepastian kerja, upah layak, jaminan sosial, dan perlindungan hukum.
“PDI Perjuangan akan selalu konsisten berpihak pada buruh khususnya dalam memperjuangan upah yang layak, jaminan perlindungan hukum, karena PDI Perjuangan adalah partainya wong cilik,” tegasnya.
Selain partainya wong cilik, dibeberkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, keberpihakan kepada buruh merupakan bagian dari jati diri partai.
“PDI Perjuangan akan terus berdiri bersama buruh. Dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan, tidak boleh ada kebijakan yang mengurangi hak-hak pekerja. Negara harus hadir melindungi,” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post