INDRAMAYU, (FC).- Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu, H. Azun Mauzun mengecam keras tindakan Kekerasan Seksual puluhan Siswa dan Siswi SMP di Indramayu,yang dilakukan oleh Oknum Guru Ekstrakurikuler.
” Perbuatan Oknum Guru ini Biadab dan mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu, sangat tidak manusiawi,” ungkap Azun Mauzun saat di temui di sela sela kegiatannya, Senin (27/4)
Azun pun menilai, penanganan dalam kasus Kekerasan Seksual di Anjatan Kabupaten Indramayu ini cenderung lambat penanganannya, mengiat korban sudah ada, lokasi kejadian sudah diketahui, tapi kasusnya belum terungkap, bahkan pelakunya sampai sekarang masih berkeliaran belum ditangkap.
” Ini perhatian khusus bagi penegak hukum khususnya polres Indramayu dalam hal ini, agar segera menangkap dan mengadili pelaku oknum guru ekstrakurikuler yang sangat meresahkan,” ujarnya
Dia mengatakan, Jangan sampai kejadian ini sampai terulang lagi di dunia pendidikan di Indramayu dan anak anak lainya menjadi korban akibat perilaku oknum guru di sekolah yang tidak manusiawi.
” Kejadian ini sangat diluar nalar akal manusia dan harusnya ada efek jerah agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ungkapnya
Dia menambahkan, pihaknya pun meminta agar kasus ini diusut secara tuntas, kemudian bagi korban siswa dan siswi agar segera dilakukan trauma Healing, agar para korban bisa melanjutkan pendidikannya kejenjang berikutnya.
” Kasus ini harus menjadi perhatian serius untuk semuanya, tidak hanya pihak kepolisian, pemerintah daerah, agar generasi muda di Indramayu terjaga dengan baik,” ujarnya
Sebelumnya,Anggota Komisi 2 DPRD Indramayu, H. Edi Fauzi, menerima informasi dari salah satu keluarga korban, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan kasus yang melibatkan siswa dan siswi di lingkungan pendidikan di dapilnya, Kecamatan Anjatan, Indramayu.
Edi Fauzi juga langsung menghubungi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Indramayu untuk mendesak pihak eksekutif segera bertindak sesuai kewenangannya.
Bahkan, Edi Fauzi juga sudah berkoordinasi dengan unit PPA Polres Indramayu untuk menanyakan kasus tersebut sekaligus mendesak terduga pelaku untuk segera ditangkap.
“Saya langsung meminta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera melakukan trauma healing guna memulihkan kondisi psiklogis para korban, serta melakukan reintegrasi sosial agar para korban bisa kembali berbaur di masyarakat,” pungkasnya. (Agus Sugianto/FC)















































































































Discussion about this post