KAB.CIREBON, (FC).- Proses pencarian dua pelajar yang tenggelam di Sungai Sungai Cisanggarung, tepatnya di Blok Manwunteung, Desa Waled Desa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, memasuki hari kedua, Kamis (23/4). Hingga siang hari, korban masih belum ditemukan.
Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI AL, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian.
Namun, kondisi dasar sungai yang dipenuhi bebatuan, tumpukan sampah, serta berbagai rintangan lain menjadi kendala utama dalam proses penyelaman.
Peristiwa nahas itu terjadi Rabu (22/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, empat pelajar SMP PGRI Babakan bermain air di tepian sungai yang relatif dangkal.
Dua di antaranya kemudian berenang ke bagian tengah sungai yang memiliki arus deras dan kedalaman cukup ekstrem hingga terseret arus.
Kapolsek Waled Fadholi membenarkan pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan lintas instansi.
“Kami menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi. Berdasarkan keterangan saksi, korban memang berenang di titik tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, pencarian difokuskan pada titik awal korban tenggelam serta area sekitar melalui penyisiran permukaan dan penyelaman.
“Kami lanjutkan pencarian siang ini, menyisir dari permukaan hingga ke dasar sungai,” katanya.
Ia menambahkan, proses pencarian membutuhkan ketelitian tinggi karena banyaknya celah batu dan rintangan di dasar sungai.
“Harus diperiksa satu per satu celah batu dan rintangan, karena dimungkinkan korban tersangkut di sana,” tambahnya.
Sementara itu, Danposal Gebang Lanal Cirebon Nurhayat mengatakan kondisi di bawah air sangat ekstrem dan menyulitkan tim penyelam. Arus yang kuat diduga telah menggeser posisi korban dari titik awal.
“Arus di lokasi cukup deras, kemungkinan korban sudah bergeser dan terhambat di area bebatuan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, di dasar sungai terdapat sejumlah rintangan seperti gua bawah air, palung dalam, bambu melintang, hingga tiang beton bekas instalasi listrik yang berpotensi menahan tubuh korban.
“Visibilitas nol persen, gelap total. Penyelam harus meraba dalam kondisi arus kuat,” terangnya.
Dengan kedalaman mencapai sekitar 6,5 meter, kondisi tersebut semakin memperumit proses pencarian. Bahkan hingga lebih dari 12 jam sejak kejadian, korban belum juga muncul ke permukaan.
“Kami khawatir korban tersangkut di bawah sehingga tidak bisa mengapung,” tambahnya.
Tim memperkirakan apabila tidak terhalang, jasad korban tidak akan terbawa terlalu jauh, yakni sekitar 40 hingga 50 meter dari lokasi awal karena adanya bendungan dan susunan batu yang menahan arus.
Pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.30 WIB sebelum dilakukan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Hingga kini, keluarga korban dan warga masih menunggu hasil pencarian dengan penuh harap. (Nawawi)









































































































Discussion about this post