KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mengangkut sampah yang menumpuk di RW 07 Perumahan Cirebon Lestari (PCL), Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Senin (6/4).
Penanganan dilakukan dengan menerjunkan satu alat berat dan lima armada truk ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Ir Soekarno.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan keterlambatan pengangkutan terjadi akibat keterbatasan sarana dan prasarana.
“Karena alat berat hanya satu dan sampah menumpuk di banyak lokasi, maka penanganan di sini baru bisa dilakukan sekarang,” ujarnya.
Ia mengakui keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam penanganan sampah liar di sejumlah titik.
“Kami kekurangan alat berat dan armada truk, sehingga belum bisa menangani seluruh titik sampah secara maksimal,” katanya.
Sebelumnya, warga RW 07 Warung Asem menutup TPS di lokasi tersebut sebagai bentuk protes terhadap penumpukan sampah yang tidak diangkut sejak Lebaran.
Ketua RW 07, Yeyet Nurhayati, menyebut sampah telah menumpuk dan meluber hingga ke jalan, serta mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
“Sampah ini dari Lebaran tidak diangkut, bahkan saat hujan menyebar ke mana-mana,” ujarnya.
Warga juga telah berupaya berkomunikasi dengan DLH dan mendapat informasi bahwa sejumlah armada pengangkut mengalami kerusakan.
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Talun, Agus Alamsyah, memastikan penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan armada truk.
Pengangkutan sampah dijadwalkan dimulai Senin (6/4) dengan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, serta dinas terkait.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah bersama warga berkomitmen menuntaskan persoalan sampah yang sempat memicu aksi penutupan TPS. (Ghofar)














































































































Discussion about this post