KUNINGAN, (FC).- Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan, Rabu (1/4), menyoroti penanganan kasus proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Kuningan Caang yang dinilai belum memiliki kejelasan hukum.
Massa tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan membawa spanduk dan poster. Mereka juga membawa kue sebagai simbol satu tahun bergulirnya kasus tanpa kepastian.
Dalam orasinya, massa mendesak Kejari Kuningan untuk membuka kembali penyelidikan. Mereka mempertanyakan informasi terkait penghentian perkara yang dinilai belum memberikan jawaban atas dugaan yang berkembang di masyarakat.
Koordinator aksi, Yusuf Dandy Asih, menyampaikan bahwa pihaknya melihat adanya indikasi ketidakwajaran harga dalam proyek tersebut.
“Jika terdapat perbedaan signifikan dengan harga pasar, hal itu perlu diuji lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya siap menyerahkan dokumen pendukung serta menghadirkan saksi ahli untuk memperjelas dugaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kuningan, Dyofa Yudhistira, menyatakan bahwa proses penyelidikan telah dilakukan sesuai prosedur.
“Kami telah melakukan pemeriksaan, pengumpulan data, serta penelaahan dokumen, termasuk hasil pansus DPRD dan melibatkan pihak terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan unsur tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut.
“Suatu perkara dapat dikategorikan sebagai tindak pidana apabila terdapat unsur perbuatan melawan hukum dan kerugian negara. Dari hasil penyelidikan, unsur tersebut belum ditemukan,” jelasnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari massa yang meminta adanya penjelasan lebih lanjut terkait hasil penyelidikan.
Aksi ini berlangsung bertepatan dengan momentum pergantian pimpinan di Kejari Kuningan, dengan hadirnya Kepala Kejaksaan Negeri yang baru, Yustina Angelin Kalangit.
Massa berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian dan transparansi dalam penanganan perkara tersebut agar tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat. (Angga)


















































































































Discussion about this post