MAJALENGKA, (FC).- Selepas hari raya idul fitri 1447 Hijriah, petani di wilayah Kabupaten Majalengka mulai disibukan dengan tibanya musim panen rendengan.
Namun ada hal yang sangat berbeda, biasanya panen raya dilakukan oleh para buruh tani secara manual yakni dengan cara di babad memakai sabit lalu dirontokan memakai mesen perontok padi atau biasa yang disebut grabagan.
Namun panen saat ini memakai mesin moderen yakni Combeni Hasvester.
Mesin Combeni Harvester ini adalah mesin moderen dimana cara kerjanya sama dengan alat berat seperti buldoser atau kobelco.
Dengan di kemudikan seorang masinis dan dua orang kernet, maka mesin combeni harvester ini bisa memanen padi seluas 1 hektar hanya membutuhkan waktu 2 jam.
Berbeda manakala panen dilakukan secara manual, bisa menghabiskan waktu 3- 4 hari dalam 1 hektar dengan melibatkan tenaga sekitar 10 orang.
Dengan beralihnya cara panen dari tradisional ke moderen, tentunya membuat penyewaan mesin combine haevester menjadi laris manis.
Apalagi saat ini musim panen di wilayah Majalengka bagian utara hampir dilaksanakan secara serentak. Sehingga kehadiran mesin cobine harvester menjadi laris dan rebutan para petani.
Taryana, seorang perantara mesin combine merasa kewalahan memenuhi pesenan petani, sementara mesin combine rata rata tidak ada yang menganggur karena panennya serentak.
“Saya pesen mesin combine sudah seminggu, hari ini baru bisa turun itu juga cuman satu unit padahal kebutuhan untuk area di sini yakni 5 unit,” ujar Taryana, Sabtu (28/3).
Dikatakannya, panen rendengan kali ini hampir serentak di wilayah, Kertajati, Jatitujuh, Ligung dan Jatiwangi. Sehingga kehabisan stok mesin combine.
Untuk menanggulangi kekurangan mesin, dirinya terpaksa memesan dari luar wilayah yakni mendatangkan dari Indramayu dan Cirebon.
Saat ini kebanyakan petani lebih memilin panen dengan cara moderen dibanding tradisional. Disamping waktunya singkat biayanya relatif murah.
“Biaya untuk panen 1 hektar hanya Rp 3.750.000. ini lebih murah dibanding secara tradisional, disamping murah waktunya juga sangat singkat hanya 2 jam untuk memanen padi seluar 1 hektar,” ujar Kardi petani Desa Wanasalam Kecamatan Ligung.
Seiring banyak nya generasi muda yang lebih memilih bekerja di pabrik dibanding menekuni dunia pertanian, kehadiran mesin moderen combine harvester Sangatlah membantu.
Sehingga disaat tenaga buruh tani berkurang pemilik sawah masih bisa bernapas lega dengan kehadiran mesin panen moderen. (Munadi)















































































































Discussion about this post