KAB. CIREBON, (FC).- Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Muara dan Desa Mertasinga, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Bencana tersebut menyebabkan 242 bangunan rusak, mulai dari rumah warga hingga fasilitas pendidikan.
Di Blok Karanganyar Desa Muara, sejumlah rumah warga terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Banyak atap rumah terlepas akibat diterjang angin kencang, sementara puing-puing genteng, kayu, dan material bangunan berserakan di halaman hingga jalan lingkungan.
Beberapa rumah semi permanen bahkan mengalami kerusakan berat. Dinding bata tampak terbuka dan kerangka kayu penyangga atap terlihat jelas karena sebagian besar genteng tersapu angin.
Salah seorang warga, Darmini (34), mengaku masih mengingat saat pusaran angin menerjang permukiman mereka. Menurutnya, hujan deras tiba-tiba turun disertai angin kencang dari arah timur.
“Anginnya sangat kencang disertai hujan deras. Genteng rumah banyak yang terlepas,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Hal senada disampaikan warga lainnya, Tarman (55). Ia mengatakan angin kencang sempat berputar di atas permukiman warga sebelum merusak sejumlah rumah.
“Anginnya datang dari timur lalu berputar di atas rumah-rumah. Banyak atap rumah yang terbang,” katanya.
Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana mengatakan berdasarkan pendataan awal terdapat puluhan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang tersebut.
“Sekitar 21 rumah di Blok Karanganyar serta 85 rumah di Blok Muara Wetan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang,” ujarnya.
Selain rumah warga, sejumlah bangunan sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap, di antaranya SDN 1 Muara, SDN 2 Muara, serta SD PGRI Suranenggala.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Kapetakan bersama Sat Brimob Den C Polda Jabar dan Koramil Suranenggala langsung turun ke lokasi untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan.
Petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus sementara aliran listrik pada kabel yang tertimpa pohon tumbang guna mencegah potensi bahaya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin menjelaskan sebelum kejadian wilayah tersebut diliputi awan hitam pekat.
“Beberapa saat kemudian muncul pusaran angin puting beliung yang bergerak dari selatan ke utara hingga membuat genteng rumah warga berterbangan,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan BPBD, tercatat 113 bangunan rusak di Desa Muara dan 129 bangunan di Desa Mertasinga.
Selain merusak bangunan, angin puting beliung juga menyebabkan sekitar 20 pohon tumbang di sejumlah titik.
Meski menimbulkan kerusakan cukup banyak, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah tersebut. (Johan)













































































































Discussion about this post