MAJALENGKA, (FC).- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Majalengka mulai membuka peluang investasi di sektor hortikultura dengan menggandeng salah satu perusahaan yang ada di Jawa Barat.
Pertemuan dengan perwakilan perusahaan tersebut membahas rencana pengembangan umbi konjac menjadi produk pangan olahan, salah satunya konjac jelly.
Konjac merupakan umbi-umbian yang dapat diolah menjadi makanan rendah kalori dan kini banyak dikonsumsi sebagai pangan sehat. Dari umbi ini, nilai jual bisa meningkat karena tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk siap konsumsi.
Ketua Kadin Kabupaten Majalengka, Raden Hendrian Suryanatagara, mengatakan penjajakan kerja sama ini bertujuan mendorong pengolahan hasil pertanian lokal agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Selama ini petani banyak menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Melalui pengolahan, nilainya bisa naik dan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas,” kata Raden, Sabtu (31/1/2026).
Raden menilai pengembangan konjac berpotensi menjadi peluang baru bagi sektor pertanian dan industri pangan di Majalengka. Selain meningkatkan pendapatan petani, investasi di sektor ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru.
Menurutnya, produk olahan konjac seperti jelly semakin diminati karena dianggap lebih sehat dan cocok untuk masyarakat yang menjalani pola makan rendah gula dan rendah kalori.
“Kalau industri pengolahannya ada di daerah, maka petani, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal bisa ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.
Raden menegaskan komitmennya untuk terus mendorong iklim investasi yang kondusif dengan mengedepankan pemanfaatan potensi lokal. Penjajakan ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Majalengka dalam rantai pasok industri pangan nasional.
“Sinergi dunia usaha dan investor menjadi langkah penting agar potensi pertanian Majalengka bisa berkembang dan bersaing secara nasional maupun global, sehingga kesejahteraan petani Majalengka akan terwujud,” pungkas Raden. (Munadi)













































































































Discussion about this post