KUNINGAN, (FC).- Kebakaran besar yang melanda sebuah gudang penyimpanan plastik di Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Rabu malam (14/1), menyita perhatian warga sekitar. Api yang cepat membesar sempat mengancam rumah-rumah di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas pemadam kebakaran.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.00 WIB. Menyikapi laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Begitu laporan masuk, kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam dan satu unit water supply dari BPBD. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar karena material di dalam gudang didominasi plastik yang sangat mudah terbakar,” jelas Andri.
Ia menuturkan, proses pemadaman berlangsung cukup panjang dan penuh tantangan. Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan, guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
“Kami menghadapi hambatan berupa banyaknya bahan mudah terbakar serta akses sumber air yang cukup jauh dan terbatas. Namun berkat kerja sama lintas instansi dan bantuan warga, api akhirnya dapat dikendalikan,” ungkapnya.
Meski kebakaran menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan gudang dan berdampak ke rumah warga di sekitarnya, Andri memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni di sekitar lokasi berhasil dievakuasi dengan aman.
Dari hasil pendataan awal, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting atau arus pendek listrik. Total kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut oleh petugas terkait.
Dalam penanganan kebakaran ini, UPT Damkar Kuningan dibantu oleh unsur Polres Kuningan, Polsek Ciawigebang, Koramil Ciawigebang, BPBD Kabupaten Kuningan, PLN, serta partisipasi aktif warga sekitar.
Andri pun mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama pada bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar.
“Pastikan instalasi listrik aman dan rutin diperiksa, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.(Angga)

















































































































Discussion about this post