KAB.CIREBON, (FC).- Wargi Dangiang Bukit Maneungteung Kecamatan Waled dan seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon melakukan deklarasi mendukung KH Abas dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon untuk menjadi Pahlawan Nasional.
Deklarasi tersebut dilaksanakan di Bukit Perjuangan Maneungteung, Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon saat acara Helaran Seni Dan Budaya dan peringatan Hari Pahlawan Wargi Dangiang Maneungteung Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Sabtu (8/11).
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kuwu Waled Asem, Yanto mengungkapkan, pihaknya selaku ketua panitia dan tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Pahlawan dan Helaran Seni Budaya Kecamatan Waled, menyampaikan terima kasih kepada Paguyuban Wargi Dangiang Maneungteung yang telah memberikan support dan dukungannya.
Dijelaskannya, bahwa Bukit Maneungteung adalah saksi sejarah, dimana dahulu menjadi benteng para pejuang yang rela berjuang jiwa dan raga untuk kemerdekaan NKRI di bukit Ajimut.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, sehingga acara ini berjalan dengan baik, dan kami sampaikan permintaan maaf bila ada kekurangan, semoga kegiatan ini kedepan lebih baik dan lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Sementara Ketua Paguyuban Dangiang Maneungteung, Ahmad Hudlori menjelaskan, kegiatan helaran seni dan budaya dan sekaligus Peringatan Hari Pahlawan yang diinisiasi oleh Paguyuban Dangiang Maneungteung.
Menurutnya, ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan skala besar tingkat kecamatan, dimana acara tersebut tujuannya untuk membangkitkan dan melestarikan kesenian dan kebudayaan lokal masyarakat Kecamatan Waled, khususnya dan Kabupaten Cirebon pada umumnya.
“Selain itu juga dengan acara helaran seni dan budaya ini juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Kecamatan Waled terutama para UMKM,” harapnya.
Lanjut disampaikan Akang Ahud panggilan akrab Ahmad Hudlori, dalam pelaksanaan acara helaran seni dan budaya Kecamatan Waled juga dilaksanakan peringatan Hari Pahlawan, di mana dalam momentum tersebut dilaksanakan upacara pengibaran bendera yang dikibarkan di atas patung perjuangan Bukit Manenteng dengan ukuran bendera 3 kali 5 meter.
Sehingga sangat tampak dari bawah bukit, dan juga dilakukan deklarasi dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan tokoh pejuang asal Cirebon KH Abbas Buntet Pesantren untuk dijadikan sebagai Pahlawan Nasional.
“Kami dari Paguyuban Wargi Dangiang Maneungteung dan seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon mendukung agar KH Abbas Buntet Pesantren dijadikan sebagai Pahlawan Nasional,” harapnya.
Ditambahkan Akang Ahud, Paguyuban Dangiang Maneungteung terbentuk didasari bahwa di Kecamatan Waled ada tempat yang menjadi saksi sejarah yakni Bukit Perjuangan Maneungteung atau Ajimut dan Kecamatan Waled sebenarnya memiliki seni budaya asli Kecamatan Waled yang harus dilestarikan agar tidak punah.
Salah satunya Kecamatan Waled yang dilintasi Sungai Ciberes, hampir setiap tahun daerah sepadan sungai dilanda banjir luapan sungai Ciberes, ada suatu tradisi atau ritual adat yang akan dihidupkan kembali yakni tradisi Adzan Sisidayeuh atau adzan dari empat penjuru mata angin yang akan dijadikan ritual rutin dalam setiap acara Helaran Seni dan Budaya Kecamatan Waled.
“Makna Dangiang adalah menerangi, artinya tugas Paguyuban Dangiang Maneungteung ini bagaimana menerangi sejarah Kecamatan Waled yang terkesan masih gelap atau tertutup, diharapkan dengan kegiatan ini Sejarah, Seni dan Budaya Kecamatan Waled akan dimetahui masyarakat secara luas,” harapnya. (Nawawi)


















































































































Discussion about this post