KAB.CIREBON, (FC).- Kabupaten Cirebon kini memiliki destinasi wisata baru yang unik dan penuh manfaat yaitu wisata mangrove Dewi Surga yang di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, H Imron mengatakan, wisata mangrove Dewi Surga merupakanbdestinasi wisata baru, diharapkan menjadi magnet wisata alam sekaligus pelindung lingkungan pesisir.
“Kami baru saja meresmikan wisata mangrove Dewi Surga di Desa Karangreja. Dipersilakan, masyarakat Cirebon bisa mulai menikmati keindahan dan manfaat dari wisata mangrove ini,” ujar Bupati Imron, Kamis (28/8).
Camat Suranenggala, Masrukhin menekankan pentingnya kawasan konservasi mangrove ini. Menurutnya, keberadaan mangrove sangat vital, khususnya bagi masyarakat kampung nelayan, karena mampu menahan banjir rob yang sering mengancam.
“Alhamdulillah, wilayah Cirebon termasuk tanah timbul yang cocok untuk budidaya mangrove. Zona konservasi ini dikelola oleh kelompok sadar wisata dan kelompok mangrove. Harapannya, selain sebagai benteng alami terhadap banjir rob, kawasan ini bisa jadi sumber ekonomi baru melalui wisata,” jelas Masrukhin.
Wisatawan yang ingin menikmati panorama mangrove sepanjang 2 kilometer garis pantai dapat menumpang perahu nelayan dengan tarif paket sebesar Rp200.000 per kapal untuk maksimal 20 orang.
“Kawasan ini bukan hanya mempercantik pesisir, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara pelestarian alam dan pengembangan ekonomi lokal,” tambahnya.
Diharapkan, wisata mangrove Dewi Surga bisa menjadi destinasi andalan baru di Kabupaten Cirebon dan menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan wisata berbasis konservasi.
Sementara itu, Kuwu Desa Karangreja, Toyana Bobit menyebutkan, secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Cirebon sebagai desa wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, keputusan ini menandai langkah penting dalam pengembangan pariwisata lokal serta peningkatan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Desa.
Peresmian wisata mangrove Dewi Surga ini merupakan komitmen dari pemerintah Desa Karangreja untuk terus mengembangkan wisata yang menarik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga desa serta pengunjung yang datang.
“Dengan adanya destinasi wisata diharapkan dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan perekonomian lokal serta melestarikan warisan budaya dan alam, yang ada semangat untuk terus berkarya dan membangun potensi lokal pun semakin diperkuat,” ujarnya.
Selain pengembangan desa wisata mangrove, juga salah satu upaya penanggulangan masalah lingkungan seperti abrasi, karena daerah Suranenggala ini merupakan wilayah pesisir yang berdekatan dengan laut.
Untuk pengembangan kedepannya Pemerintah Kecamatan sudah menganggarkan melalui dana pagu indikatif kewilayahan (PIK).
“Pemerintah desa akan berkomitmen untuk terus menggali potensi-potensi yang ada di Karangreja dalam peningkatan potensi ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Johan)













































































































Discussion about this post