KAB. CIREBON, (FC).- Lantaran sering terjadi kecelakaan di jalur kereta api tanpa palang pintu, sejumlah masyarakat secara sukarela menjaga perlintasan kereta tak berpalang pintu yang berada di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, lantaran banyak masyarakat lalu lalang di perlintasan kereta yang memisahkan 3 kecamatan tersebut.
Salah seorang warga yang menjaga lintasan rel kereta api, Sata kepada FC, Minggu (5/2) mengungkapkan, dirinya merupakan satu dari enam petugas sukarela yang setiap hari membantu masyarakat maupun PT KAI mengamankan perlintasan kereta api, dirinya berjaga setiap 4 hingga 5 jam setiap harinya selama 24 jam, meski harus bergiliran di saat kondisi panas maupun hujan tak menyurutkan semangatnya untuk menjaga perlintasan kereta.
“Kami tidak ada yang gaji, cuma hanya kadang pengendara memberi kepada kami, kami sukarela tujuannya membantu masyarakat untuk meminimalisir kecelakaan,” paparnya.
Lanjut menurut Sata, pendapatan yang ia peroleh dari pemberian masyarakat yang melintas memang tak sebanding dengan risiko yang dilakukan, namun mereka berusaha membantu masyarakat yang ingin melintasi rel jalur utara yang memisahkan kecamatan Karangasembung, Kecamatan Gebang dan Kecamatan Babakan.
“Kalau keinginan masyarakat berharap agar rambu-rambu perlintasan kereta dipasang dan berharap tidak ada saling tunjuk antar instansi demi mengamankan keselamatan bersama,” harapnya.
Sementara Kuwu Desa Dompyong Kulon, Aldi menjelaskan, pihaknya selaku pemerintah desa sering mendapat laporan warga untuk segera dibangunkan palang pintu di lokasi jalur tersebut, mengingat saat ini jalur yang melintasi rel kereta api tersebut semakin banyak yang melintas.
Pihaknya telah mencoba melayangkan permohonan ke pihak terkait, selain itu juga sebagai salah satu penunjang adalah lampu penerangan jalan, pihaknya telah mengupayakan dan sudah tetpasang di sepanjang jalur tersebut.
Keberadaan warga yang membantu melakukan pengamanan lintasan kereta api pihaknya sangat berterima kasih meskipun mereka bekerja secara sukarela, dengan adanya mereka kini tidak terdengar lagi ada kabar kecelakaan kereta di lintasan tersebut.
“Kami dari pemerintah desa memang belum bisa memberi gaji kepada mereka, namun kami ada semacam santunan atau bantuan untuk mereka,” jelasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post