Ida Ri’aeni, selaku Kaprodi di Universitas Muhammadiyah Cirebon menceritakan awal mula buku ini dibuat. Berawal dari Webinar pada 26 Maret tentang tata kelola komunikasi krisis di Indonesia pada pandemi Covid 19 ini.
Pihaknya membandingkan pengalaman akademisi yang tengah tinggal di Malaysia, China, dan Singapura, bagaimana negara-negara tesebut mengatasi Covid 19.
“Buku ini hadir sebagai wujud perhatian para akademisi Ilmu Komunikasi se-Indonesia terhadap pandemi Covid 19 yang melanda di berbagai negara.
Tanggal 1 April kami berhasil mengumpulkan tulisan-tulisan dari berbagai sumber. Esoknya naik cetak,” ungkap Ida.
Proyek penerbitan buku ini melibatkan Program Studi Ilmu Komunikasi di berbagai kampus, yaitu Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kemudian Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Ketua umum APIK PTMA, Muhammad Himawan Sutanto menyatakan, keseluruhan hasil penjualan buku akan disumbangkan kepada Lazismu sebagai donasi untuk membantu tenaga medis dan masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
“Bahkan editor dan para penulis pun tidak mendapatkan royalti dan tidak mendapatkan gratis. Semua membeli sebagai bentuk donasi,” jelasnya. (Indah)














































































































Discussion about this post