INDRAMAYU, (FC).- Bantuan untuk Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al Hidayah yang terletak di Desa Jatimulya Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, Diduga digelapkan. Nilai bantuan uang tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah, H. A. Rohimi Ridwan mengatakan, pihaknya mengaku kaget ketika mendapat informasi tentang Pondok Pesantren Al Hidayah yang mendapat bantuan program dari pemerintah pusat tentang penguatan dan peningkatan perekonomian pondok pesantren.
” Terus terang saya yang kapasitasnya sebagai ketua yayasan tidak mengetahui sama sekali terkait program tersebut. Jangankan jenis usahanya,” ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (3/12/2025)
Dia mengatakan, sampai hari ini tidak ada aktivitas usaha apapun di pondok yang kaitannya dengan bantuan program dari pemerintah pusat untuk kesejahteraan pesantren.
” Justru saya taunya dari pihak luar, yang katanya nominalnya mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Rohimi juga mempertanyakan perihal administrasi proses pencarian program tersebut yang tidak mengkaitkan ketua yayasan, maupun bendahara yayasan, tapi bisa dicairkan.
” Ini kan janggal, saya menduga ada manipulasi data, selain jenis usahanya juga fiktif alias tidak ada,” ungkapnya
Pihaknya pun sangat menyayangkan betul terkait adanya kejadian ini. Program yang seharusnya mendorong kemandirian pesantren lewat pengembangan usaha, namun disalahgunakan.
” Katanya usahanya telur, telur asin. Ternyata tidak ada telur, tidak ada asin,” katanya.
Dia menegaskan bantuan tersebut berupa dana untuk kemajuan usaha pesantren dan diketahui oleh pihak pusat maupun kabupaten. Ia menduga ada oknum di internal yayasan yang bermain sehingga bantuan tidak sampai ke pihak yang berhak.
Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu Azun Mauzun, membenarkan adanya program bantuan peningkatan perekonomian pondok pesantren. Menurutnya, bantuan program dari pemerintah pusat ini tidak bisa didapatkan, kalau administrasi secara online tidak ditempuh.
” Karena sifatnya online, jadi masing-masing pesantren mengajukan sendiri, sehingga diketahui oleh seluruh Indonesia,” ujarnya
Dia mengatakan, program bantuan ini memang sudah berjalan sekitar lima tahun yang lalu, adapun pendaftaran melalui Sistem Informasi Manajemen Bantuan (SIMBA) online.
” Jadi, baik pengumuman maupun informasi yang lainnya akan diinformasikan lewat online, sehingga informasi siapa yang lolos atau tidak, ada di akun masing-masing,” ujarnya
Dia menjelaskan, program bantuan untuk pesantren ini merupakan inisiatif strategis Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha.
“Harapan saya dari FPP kepada pondok pesantren yang menerima program inkubasi ini agar program tersebut benar-benar dimanfaatkan karena sangat membantu. Intinya, pemerintah melalui program ini bertujuan membantu penguatan perekonomian pondok pesantren sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing,” tandasnya. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post