KAB.CIREBON, (FC).- Lalu lintas truk pengangkut material quarry seperti pasir, batu, dan sirtu di jalur depan RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, dikeluhkan karena dinilai mengganggu akses kendaraan darurat, terutama ambulans.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwani Indriyanti, mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditertibkan karena jalur tersebut merupakan akses vital menuju fasilitas kesehatan.
“Seharusnya ada keleluasaan bagi ambulans, mobil siaga desa, maupun masyarakat yang hendak berobat tanpa hambatan,” ujarnya, Rabu (1/4).
Menurutnya, sebelumnya terdapat portal pembatas kendaraan bertonase besar di kawasan tersebut. Namun, portal tersebut telah lama dilepas sehingga truk kembali bebas melintas.
Diah menambahkan, kendaraan bermuatan material yang kerap melebihi kapasitas tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan.
Ia menyebut, pihaknya saat ini menunggu kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) terkait perlu tidaknya pemasangan kembali portal di jalur tersebut.
“Kami mendorong agar dilakukan kajian ulang untuk menjaga ketertiban dan keselamatan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penegakan aturan terkait batas tonase kendaraan sesuai peraturan daerah. Pelanggaran yang menyebabkan kerusakan jalan, kata dia, harus disertai tanggung jawab.
“Kalau terbukti merusak, harus ada konsekuensi, termasuk ganti rugi dan perbaikan,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Cirebon Timur, Raden Hamzaiyah, menyampaikan keprihatinan atas belum adanya tindak lanjut konkret setelah peninjauan lokasi oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian.
Menurutnya, kondisi jalan menuju RSUD Waled semakin memprihatinkan akibat dilintasi kendaraan bertonase tinggi.
“Kondisi ini membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu akses layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas, termasuk pemasangan portal dan penertiban kendaraan yang melanggar aturan, seperti truk overtonase dan kendaraan tanpa penutup muatan.
Raden Hamzaiyah juga menegaskan, jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Jawa Barat melalui aksi simbolis.
DPRD berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar fungsi jalan tetap terjaga dan akses menuju RSUD Waled tidak terganggu. (Nawawi)












































































































Discussion about this post