KAB.CIREBON, (FC).- Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, kembali menuai keluhan warga.
Sampah yang menggunung di jalur Soekarno–Warung Asem itu menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Kondisi paling terdampak dirasakan warga Perumahan Puri Cirebon Lestari (PCL) yang lokasinya berada dekat TPS. Bau tidak sedap disebut semakin parah dalam beberapa hari terakhir, terutama saat hujan turun.
Ketua RW 07 PCL, Yeyet Nurhayati, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya sempat melakukan pembersihan besar-besaran di lokasi tersebut pada awal April lalu menggunakan dump truk dan alat berat.
Namun, penanganan itu dinilai hanya bersifat sementara karena kini sampah kembali menumpuk hingga meluber ke sekitar area TPS.
“Dua hari terakhir tidak ada pengangkutan sampah. Sekarang kembali penuh dan baunya menyengat,” ujar Yeyet, Sabtu (23/5).
Ia menduga tingginya volume sampah berasal dari limbah rumah makan di wilayah sekitar Beber yang setiap hari dibuang ke TPS Kecomberan. Sementara kapasitas penampungan dinilai sudah tidak memadai.
Selain persoalan volume sampah, kondisi bangunan TPS yang rusak juga memperburuk keadaan. Atap yang bocor membuat air hujan masuk ke tumpukan sampah sehingga menimbulkan genangan dan mempercepat munculnya bau busuk.
“Kalau hujan, sampah jadi basah semua karena atapnya bocor. Bau makin menyebar sampai ke perumahan,” katanya.
Tak hanya warga sekitar, pengguna Jalan Soekarno–Warung Asem juga ikut terdampak akibat tumpukan sampah yang terlihat dari badan jalan dan mengganggu kenyamanan.
Warga khawatir kondisi tersebut dapat memicu persoalan kesehatan lingkungan apabila tidak segera ditangani secara serius.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melakukan penanganan yang lebih berkelanjutan, tidak sekadar pengangkutan sementara, tetapi juga pembenahan sistem pengelolaan sampah di TPS Kecomberan agar persoalan serupa tidak terus berulang. (Johan)












































































































Discussion about this post