INDRAMAYU, (FC).- Puluhan mahasiswa Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Indramayu melakukan aksi unjuk rasa tolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Aksi unjuk rasa mahasiswa ini dilakukan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu, Rabu (7/9)
Dalam aksinya, para mahasiswa ini membentangkan sejumlah sepanduk yang bertuliskan penolakan terhadap BBM yang dilakukan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat
Pantauan FC di lokasi, sekitar kurang lebih 30 menit massa berorasi di depan gedung DPRD, namun tidak ada satu pun anggota dewan yang datang menemui massa. Karena sudah terlanjur geram, mereka pun merangsek masuk ke dalam dengan mendorong pagar hingga akhirnya jebol.
Menurut salah seorang koordinator aksi, Roy Hanafi Wibowo mengatakan, mahasiswa ingin keluhannya bisa didengar oleh DPRD.
“Alangkah baiknya, sebagai tuan rumah itu datang menemui, dan ketika kita datang ke rumah kita sendiri namun kita tidak dibukakan pintu, apakah kita salah untuk mendobraknya,” ujar dia
Roy Hanafi Wibowo menyampaikan, kejadian tersebut murni karena mahasiswa ingin beraudiensi dengan anggota DPRD. Mahasiswa juga menegaskan aksi mendorong pintu pagar tidak ada maksud untuk menduduki DPRD atau merusak fasilitas.
Dalam hal ini, kata Roy Hanafi Wibowo, mahasiswa hanya ingin anggota DPRD bersama rakyat membela kepentingan masyarakat luas dengan menolak kenaikan BBM. Sementara itu, para mahasiswa yang semula geram akhirnya bisa ditenangkan oleh koordinator aksi dan petugas kepolisian.
Massa aksi diedukasi untuk tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Adapun jalannya aksi secara keseluruhan diketahui berlangsung aman dan kondusif.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin juga tampak hadir menemui massa aksi. Alasan DPRD telat menemui massa aksi diketahui karena tengah berlangsung pembahasan rapat paripurna di dalam gedung dewan.
Meski demikian, Syaefudin menyampaikan, pihaknya akan menampung aspirasi dari mahasiswa dan mendukung keinginan masyarakat.
“Namun kembali lagi, karena ada keterbatasan-keterbatasan, kewenangan kami hanya sebatas di daerah, tapi tentu kami akan tampung aspirasi dari kawan-kawan mahasiswa,” Pungkasnya (Agus Sugianto)













































































































Discussion about this post