KAB.CIREBON, (FC).- Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon tengah berbenah. Di antaranya saat ini tengah melakukan renovasi dan peningkatan kapasitas Intensive Care Unit (ICU).
Direktur RSUD Arjawinangun, dr H Bambang Sumardi menjelaskan, selain melakukan revitalisasi dan peningkatan ICU, pihaknya juga saat ini tengah membangun unit tranfusi darah rumah sakit (UTDRS). Ini semua dilakukan, kata Bambang adalah untuk menyongsong Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), kemudian persyaratan-persyaratan yang disyaratkan lainnya.
“Persyaratan ICU kan harus 10 persen dari jumlah tempat tidur. Makanya kita tingkatkan,” jelas Bambang, Rabu (29/10).
Lanjut dia, untuk menunjang pelayanan lainnya, saat ini pihaknya tengah melakukan pengadaan alat kesehatan yang canggih dan modern salah satunya adalah CT scan yang 64 slice. Kemudian panoramic gigi, USG 4 dimensi, urografi dan banyak lagi.
Artinya ke depan RSUD Arjawinangun mempunyai alat kesehatan yang lebih canggih lagi dan tentunya peremajaan alat kesehatan yang sudah tua.
“Diharapkan kita lebih bisa melayani masyarakat dengan alat-alat yang kekinian, sehingga nanti menjadi daya saing tersendiri,” kata Bambang.
“Alat-alat yang saat ini itu semua dari luar negeri. Bahkan sudah ada semua, tinggal CT scan yang rencananya awal november akan dikirim. Anggarannya Rp38 miliar,” tambahnya.
Dengan adanya alat-alat kesehatan yang baru tentu RSUD Arjawinangun akan menjadi rumah sakit yang modern. Pihaknya juga tengah menyongsong rumah sakit berbasis kompetensi.
“RSUD Arjawinangun sedang berusaha. Minimal berada di pelayanan madya. Karena dari 24 kriteria layanan secara nasional, RSUD Arjawinangun sudah meraih madya itu ada 19, tinggal lima lagi yang belum,” katanya.
Untuk itu pihaknya saat ini tengah mengejar kekurangan untuk meraih kategori pelayanan madya tersebut. “Makanya pengadaan alat kesehatan juga tujuannya untuk meningkatkan status layanan kompetensi madya,” tandasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post