Dijelaskan dia, dengan memberikan informasi yang menyejukkan bagi masyarakat, dapat meningkatkan imun tubuh dalam menangkal penularan virus corona.
Terlebih dalam situasi seperti sekarang ini, masyarakat sering dibuat bingung oleh kabar beredar soal penyebaran virus corona. Apalagi kabar itu datang dari sosial media yang kebenarannya sulit dipertanggungjawabkan.
Maka dari itu, lanjut dia, para wartawan diingatkan agar selalu berpedoman pada anjuran Dewan Pers, dengan ikut memberikan kesejukan dan tidak menciptakan kepanikan atas berita yang dibuat, agar masyarakat teredukasi dan tidak terjadi kegaduhaan.
“Saya hanya mengingatkan, untuk rekan rekan pers semuanya, buatlah berita yang sejuk tidak bersifat kepanikan di masyarakat. Kemudian semaksimal mungkin, ada edukasi dalam setiap kabar yang kita sampaikan,“ paparnya.
Selain itu, alumni IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengingatkan agar para wartawan juga berperan aktif dalam memberitakan yang edukatif, positif dan menghindari pemberitaan yang sifatnya membuat keresahaan masyarakat.
“Memperkaya konten berita yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Itu salah contoh berita yang edukatif bagi masyarakat, di tengah masih minimnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,”ucapnya.












































































































Discussion about this post