KAB. CIREBON, (FC).- Cuaca buruk yang melanda perairan laut pantai utara Cirebon membuat hasil hasil tangkapan ikan oleh nelayan menurun.
Pasokan ikan di pasar pun menjadi berkurang, mengakibatkan harga melonjak.
Tirani, pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karang Sambung, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon mengatakan, melonjaknya harga ikan laut sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir.
“Cuacanya lagi kurang stabil, penghasilan nelayan berkurang. Harga ikan naik karena memang hasil sumber lautnya berkurang,” katanya kepada FC, Senin (11/4).
Jenis tangkapan laut yang mengalami kenaikan harga antara lain cumi-cumi, blekutak, kakap merah, tenggiri, kerang dara, dan kerang hijau. Rata-rata kenaikannya berkisar Rp5 ribu-Rp10 ribu/kg.
“Kerang dara sekarang Rp16 ribu-Rp17 ribu, Kerang Hijau Rp7 ribu-Rp8 ribu, Cumi Rp60 ribu, blekutak telor Rp50 ribu, blekutak sergang Rp50 ribu, kakap merah Rp60 ribu,” jelas Tirani
Akibat berkurangnya pasokan ikan dari nelayan, ia mengaku kesulitan memenuhi permintaan langganan. Omset penjualan pun berkurang drastis hingga 50 persen.
Padahal, permintaan pelanggan masih tetap seperti biasa. Untuk Kerang Hijau misalnya, permintaan pelanggan mencapai 2-3 kwintal perhari. Namun permasalahannya sulit mendapat pasokan ikan yang cukup.
Tirani sendiri mengaku memiliki pelanggan belanja ikan laut seperti dari Ciamis, Kuningan, Majalengka, Bandung, Sukabumi hingga dari Lampung.
Dikatakannya, pasar ikan di TPI Karang Reja Kecamatan Suranenggala ini sudah dikenal berbagai daerah di Jawa Barat hingga Sumatera.
“Alhamdulillah sudah terkenal. Pasar Ikan terbesar dan paling terkenal itu disini, di Karang Sambung,” ungkapnya. (Andriyana)











































































































Discussion about this post