“Walaupun tak ada perayaan, kita mengajak kepada seluruh civitas akademika Uniku untuk bisa membangkitkan rasa kebanggaannya terhadap Uniku termasuk di kalangan masyarakat. Kita bersyukur, introspeksi diri, mengevaluasi capaian yang sudah diraih dan berusaha untuk memperbaikinya dimasa yang akan datang. Semangat sebagai kolektivitas inilah yang menjadi momentum untuk mengaktualisasikan semangat awal berdirinya Uniku,” Jelas Dikdik.
Namun, usia ke 17 ini, ada kebanggaan lagi yang berhasil diraih oleh Uniku yaitu dengan diraihnya peringkat ke 17 sebagai kampus terpopuler di Jawa Barat versi 4ICU.org atau Unirank.
“Alhamdulillah, di momen special ini juga, Uniku mendapatkan hadiah prestasi dengan diraihnya peringkat 17 sebagai kampus terpopuler di Jawa Barat dan peringkat ke 113 di Indonesia versi Unirank. Uniku mampu disejajarkan dengan beberapa perguruan tinggi ternama lainnya di kota-kota besar. Bahkan, bukan hanya itu saja, dalam kesempatan yang berbahagia ini, kembali mendapatkan prestasi dengan sebagai penerima kuota 150 program beasiswa KIP Kuliah dari Pemerintah,” jelasnya.
Lebih jauh, sambung Dikdik, bagi Uniku, dies natalis memiliki makna penting bukan hanya sebagai penanda bertambahnya usia saja. Tetapi, juga sebagai penanda tingkat kedewasaan dalam berkarya.
“Dies natalis ke 17 kali ini menjadi momentum bagi Universitas Kuningan (Uniku) untuk menguatkan komitmen akan perubahan demi mencapai kemajuan. Selamat dies natalis ke 17, Uniku tetap jaya!”ungkapnya.
















































































































Discussion about this post