KOTA CIREBON, (FC).- Persediaan bahan pangan di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan, termasuk selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi, mengatakan berdasarkan data per 11 Maret 2026, stok beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikuasai Bulog Cabang Cirebon tercatat sebanyak 136.364 ton sebagai cadangan beras pemerintah.
Selain itu, Bulog juga memiliki stok beras komersial sekitar 8.924 kilogram atau sekitar 8 ton.
“Stok beras SPHP yang ada saat ini mencapai 136.364 ton, sedangkan beras komersial sekitar 8.924 kilogram,” kata Imam Mahdi kepada FC, Kamis (12/3).
Tidak hanya beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga tersedia dalam jumlah yang cukup. Stok gula pasir tercatat sebanyak 1.934 kilogram atau hampir 2 ton, tepung terigu sekitar 16.678 kilogram atau sekitar 16 ton, serta minyak goreng sebanyak 76.605 liter.
Selain itu, untuk kebutuhan pakan ternak, Bulog juga menyimpan jagung pipilan kering sebanyak 1.530 kilogram.
Imam menjelaskan, dengan adanya program penyerapan gabah pada musim tanam (MT) I yang ditugaskan oleh Presiden melalui Kementerian Pertanian, jumlah stok beras PSO diperkirakan akan terus bertambah dalam waktu mendatang.
Jika dibandingkan dengan kebutuhan rata-rata penyaluran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan yang mencapai sekitar 300 ton per bulan, maka stok yang tersedia saat ini dinilai masih sangat mencukupi hingga sekitar 11 bulan ke depan.
Pihak Bulog pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir ataupun melakukan aksi panic buying karena ketersediaan bahan pangan dipastikan tetap terjaga.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir ataupun panik. Dengan stok yang ada saat ini, kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Lebaran dapat dipenuhi dengan baik sehingga masyarakat bisa menjalani ibadah dengan nyaman dan tenang,” ujarnya.
Terkait potensi kenaikan harga bahan pokok, Bulog menilai kemungkinan tersebut tetap ada, terutama jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun demikian, dampak konflik di Timur Tengah diperkirakan tidak berpengaruh langsung terhadap harga bahan pokok di dalam negeri.
Meski demikian, Bulog memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terkendali di pasaran. (Nawawi)












































































































Discussion about this post