Sementara itu, pemanfaatan dari rumah sakit darurat itu sendiri, dianggap kurang optimal karena penanganan warga yang ditanganinya hanya sedikit tetapi ruangan yang tersedianya banyak. Ditambah lagi, rumah sakit-rumah sakit lainnya pun menangani hal serupa.
Untuk itu, pada kesempatan audensi dengan Dinas PUTR, para pemburu berita membahas sekaligus mempertanyakan berbagai hal yang dinilai cukup penting.
Seperti, kenapa terjadinya saling lempar tanggung jawab padahal objeknya sama. Titik-titik mana saja yang direnovasi sehingga biayanya membengkak, sejauhmana peranan Dinas PUTR, alokasi rincian anggaran renovasi dan hal-hal lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, H.M. Ridwan Setiawan didampingi Sekretaris Yudi Nugraha menjelaskan, pengerjaan yang dilakukan adalah pengaspalan, perbaikan pagar, perbaikan lift, perbaikan IPAL, pembuatan ventilator, penyekatan, sarana air bersih, dan penataan mess tenaga medis, termasuk menambah ornamen lainnya.
“Dan tidak ada satu pekerjaan pun yang dikerjakan di sana (eks RS Citra Ibu) itu yang fiktif,” kata Ridwan.












































































































Discussion about this post