KAB. CIREBON, (FC).- SMA Negeri 1 Astanajapura Kabupaten Cirebon di bawah kepimpinan Dedi Kenedi langsung merancang sekolahnya ke jangka panjang yaitu menjadi SMA Plus dengan segudang inovasi dan mempersiapkan lulusannya menjadi punya nilai lebih, dibandingkan lulusan sekolah lain.
Di sekolah ini nantinya dipersiapkan siap kerja bagi mereka yang tidak melanjutkan kuliah.
Kepada FC, Dedi Kenedi mengungkapkan, dirinya yang baru menjabat sejak awal tahun 2022 ini memiliki terobosan program unggulan.
Diantaranya adalah program digitalisasi sekolah yang saat ini untuk administrasi sekolah, seperti digitalisasi absensi, perpustakaan dan agenda belajar.
Kemudian, karena banyaknya lulusan SMAN 1 Astanajapura yang tidak melanjutkan sekolah, maka pihaknya akan memaksimalkan Balai Bursa Kerja Khusus (BBKK) sekolah, agar setelah lulus sekolah mereka bisa langsung diarahkan ke beberapa perusahaan.
Selanjutnya, masih kata Dedi, pihaknya akan membuat program merubah suasana sekolah bernuansa religi yang saat ini sudah dijalankan program 645 atau pukul 06.45 WIB siswa diwajibkan sudah datang ke sekolah untuk mengaji dan ke depannya akan memindahkan masjid yang awalnya di pojok akan dipindah di tengah-tengah sekolah dan dibangun lebih besar, tetapi semua itu perlu ada pemahaman baik dari siswa, guru, maupun orang tua siswa.
“Selain kita akan mengangkat prestasi olah raga yang dimiliki siswa, kita juga akan mengembangkan olahraga lokal seperti bola, tarik tambang dilumpur dan lainnya, kita ingin SMAN 1 Astanajapura ini tampil terbaik,” harapnya, Rabu (26/1).
Sementara, Wakasek Bidang Kurikulum, Amir Mahmud menuturkan, terkait program digitalisasi SMAN 1 Astanajapura.
Untuk tahap awal ini, pihaknya akan konsentrasi di bidang administrasi terlebih dahulu, seperti absensi siswa, agenda guru mengajar di kelas, agenda perencanaan guru di tiap masing-masing guru bidang mata pelajaran, kemudian administrasi tentang ekstra kulikulernya.
Menurutnya, digitalisasi absensi siswa bertujuan pertama untuk meminimalisir penggunaan kertas karena cukup menggunakan handphone saja.
Tujuan lainnya adalah agar lebih tertib dalam proses belajar mengajar, karena seolah baik siswa maupun guru mata pelajaran terpantau.
Ke depan, ia akan mempublikasikan melalui website sehingga selain para guru, para orang tua siswa juga tau gambaran siswa disekolah.
“Bila ini sudah berjalan, baik guru maupun siswa sudah mempunyai kesiapan ketika akan berlangsung pembelajaran di kelas, karena semua agenda tercatat,” tuturnya.
Dalam kesempatannya, Sesepuh Pesantren Benda, KH Ismail yang sengaja hadir bersilaturahmi dengan kepala SMAN 1 Astanajapura yang baru.
Dirinya mengungkapkan, kehadirannya untuk memenuhi undangan kepala sekolah yang ingin merencanakan pembangunan masjid.
Dirinya menilai bahwa ide tersebut sangat baik dan ditambah lagi ide-ide dari kepala sekolah baru ini dirasakan juga baik semua.
“Semoga guru dan anak-anak bisa mengembangkan ilmu agamanya, jangan meninggalkan ibadah, semoga sehat semuanya dan dalam pembangunan masjid nanti semoga tidak ada kendala apa-apa,” harapnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post