Terkait kelompok masyarakat yang paling terdampak dari sisi perekonomian imbas dari pelaksanaan PSBB, Rahmat mengatakan bahwa kelompok UMKM yang sangat terasa, sehingga Pemkab melalui Dinas Koperasi sedang melakukan proses kegiatan-kegiatan buat UMKM.
“Untuk penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19, dari berbagai program yang akan disalurkan, kalau dilihat dari jenis jumlah dan waktu penyaluran bantuan memang berbeda-beda, sehingga masyarakat memang mencolok perbedaannya baik waktu maupun jumlahnya,” katanya.
Sekda berharap semua yang memang tercatat miskin dipastikan terbagi. Sedangkan khusus untuk BLT DD, Pemkab tidak menyarankan desa untuk mengalokasikan BLT DD yang tidak sesuai regulasi dari Kememdes PDTT. Ia hanya berharap bahwa yang akan menerima program BLT DD dipastikan mereka adalah warga miskin yang layak mendapatkan bantuan.
“Jika memang di desa masih banyak warga miskin yang belum mendapatkan bantuan silahkan desa melaksanakan musdesus untuk penanganannya,” harapnya.
Sementara, Camat Ciledug, H. Solihin HS mengungkapkan, penutupan akses jalan sebenarnya bukan penutupan itu hanya untuk meminimalisir keramaian yang berpotensi menimbulkan kerumunan dengan hanya atasi gerak masyarakat, termasuk menyampaikan kepada masyarakat agar tetap di rumah.
















































































































Discussion about this post