KAB. CIREBON, (FC).- Para pengusaha kuliner yang tergabung dalam Silaturahmi Entrepreneur Cirebon Indonesia (SECI), siap menghidupkan denyut ekonomi Pasar Batik Trusmi yang selama ini bisa dibilang mati suri.
Komunitas entrepreneur yang diketuai oleh H. Apud, pemilik Empal Gentong H. Apud itu akan membangun kawasan kuliner terpadu untuk menggeliatkan Pasar Batik milik Pemda Kabupaten Cirebon ini.
Kawasan kuliner yang akan dibangun ini konsepnya adalah foodcourt dengan outlet-outlet kuliner yang akan dikelola para anggota SECI dengan ciri khas kulinernya masing-masing.
Mereka akan mencurahkan segala gagasan idenya untuk bagaimana meramaikan pasar batik tersebut.
Kawasan kuliner terpadu ini akan dibangun dengan pendanaan patungan dari para anggota SECI, dengan mengusung model bisnis crowdfunding.
“Keuntungan dari situ dibagikan sebagai deviden karena modal kita modal bersama, dan 40 persennya kita masukan ke SECI Foundation,” kata Moh. Ramdani, salah satu pengurus SECI kepada FC, Sabtu (10/4).
SECI Foundation ini adalah bagian divisi dari perusahaan patungan ini yang dibentuk untuk fokus menggarap program sociopreneur.
“SECI Foundation untuk pembiayaan kegiatan sosial. Kita akan lakukan pelatihan-pelatihan UMKM, meningkatkan kemampuan untuk bagaimana yang tadinya punya satu outlet kita didik supaya bisa buka cabang,” jelasnya
Terkait kawasan kuliner terpadu, Ramdani mengatakan pihaknya sudah mendapat dukungan pemerintah Kabupaten Cirebon. Beberapa bangunan yang tak terpakai akan difungsikan kembali secara bertahap.
“Gedung Pasar Batik itu miliknya Dinas Indag. Sekarang ini boleh dibilang mati suri, hanya kegiatan itu ramai di Sabtu-Minggu. Itu pun hanya beberapa toko yang buka. Banyak yang kolaps, tutup karena hari-hari biasanya sepi,” kata Ramdani
Kedepan, pihaknya akan melakukan kegiatan-kegiatan semacam bazaar, kegiatan-kegiatan marketing yang akan menarik para wisatawan untuk bisa datang ke pasar itu, menghidupkan kembali para perajin-perajin batik, supaya mereka bisa kembali berjualan disana dan bisa ramai lagi.
“Jadi itu milik Indag, kita diberikan lahan disana, diberikan mandat untuk mengelola sebagian dulu untuk menghidupkan denyut nadi di pasar tersebut. Ada gedung ATM yang tidak terpakai, di sepanjang itu kita dikasih untuk dikelola,” kata Ramdani
Setelah itu sukses, lanjutnya, pihaknya diberi lahan yang ada di belakang pasar batik tersebut untuk dikelola dihidupkan kembali.
“Indag memberikan kesempatan kepada kami para pengusaha yang tergabung dalam SECI. Kita punya banyak ide dari masing-masing anggota untuk bagaimana meramaikan pasar itu. Kita ingin membantu pemerintah untuk menghidupkan denyut perekonomian di Cirebon,” tukasnya
Sementara itu, Ketua SECI, H. Apud menambahkan, pihak Indag telah menyerahkan konsep pengembangan Pasar Batik itu kepada SECI.
“Disitu menunjang sekali tempat dan areanya. Kita tinggal meramaikan saja. Kita bangun dulu, Insya Allah bulan 6 kita launchingnya,” ujarnya. (Andriyana)













































































































Discussion about this post