“ Sebagai manusia normal, ingin hidup sama dengan keluarga lain yang hidup dalam tempat tinggal yang layak, saat ini saya dan keluarganya harus menerima kondisi bila hujan beresiko kebocoran dan lain sebagainya. Saat ini saya hanya berharap ada keajaiban yang mampu membantu untuk memperbaiki kondisi rumah saya,”harap Sukirah.
Sementara dari keterangan Pemdes setempat melalui Puskesos Desa, Nunung Widyawati, menjelaskan, nama keluarga Sukirah dulunya memang terdaftar dalam DTKS dan meneriman bansos PKH. Tetapi namanya hilang ketika ada perbaikan NIK.
Dikatakannya, saat ini sudah dilakukan perbaikan, upaya pemdes melayangkan proposal bantuan program Rutilahu ke pemkab, pemprov, pusat, maupun Baznas sudah dilakukan beberapa kali tetapi tak kunjung ada yang realisasi, mungkin salah satu penyebabnya NIK atas nama keluarga Sukira pernah dihapus dari DTKS, yang berpengaruh pada bantuan sosial lainnya, hingga akhirnya dimasukkan ke penerima BLT DD, namun karena BLT DD terbatas membuat menerimanya juga secara bergantian.
“Mudah-mudahan pengajuan bantuan Rutilahu untuk tempat tinggal ibu Sukirah dan keluarganya bisa segera terealisasi,” ucap Nunung. (Nawawi)















































































































Discussion about this post