KOTA CIREBON, (FC).- Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan Tanda Penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang akan memasuki masa purna bakti di Ruang Adipura Balai Kota, Selasa (9/9/2025).
Penyerahan dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasi para ASN selama bertugas.
Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN atas dedikasi dan kontribusinya selama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi kota ini. Berkat keseriusan dan kerja keras Bapak dan Ibu sekalian, roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian. Pemerintah Kota Cirebon tetap membuka ruang untuk ide kreatif dan saran dari para pensiunan, terutama karena pembangunan di Kota Cirebon saat ini tengah diarahkan untuk masa depan yang lebih baik.
“Kami menyadari bahwa proses yang sedang kami lakukan saat ini tidak main-main. Penataan dan pembangunan yang dilakukan membutuhkan sinergi semua pihak. Oleh karena itu, meskipun telah purna bakti, kami masih sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran Bapak dan Ibu, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Semoga masa purna bakti dapat dinikmati dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tambahnya.
Edo memprediprediksi, akan ada lebih dari 200 ASN yang akan pensiun hingga akhir 2025 ini, sehingga kondisi tersebut membuat jumlah ASN berkurang secara bertahap setiap bulan dan tahun.
“Untuk bulan ini ada 22 ASN yang pensiun. Sampai akhir tahun kita prediksi lebih dari 200 orang. Jumlah ASN selalu berkurang setiap bulannya,” terang Wali Kota di ruang Adipura.
Meski demikian, Edo menegaskan, berkurangnya jumlah ASN tidak akan mempengaruhi jalannya roda pemerintahan. Namun, ia mengakui saat ini terdapat sejumlah jabatan yang kosong. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot akan segera melakukan rotasi dan mutasi.
“Kalau mengganggu kinerja sih tidak. Pemerintahan tetap berjalan. Hanya saja memang banyak jabatan yang kosong sekarang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita lakukan rotasi dan mutasi,” jelasnya.
Terkait jabatan yang kosong, Effendi Edo sudah menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) di empat dinas. Selanjutnya, pengisian jabatan definitif akan dilakukan melalui proses dan tahapan sesuai aturan.
“Sudah di-PLT semua. Nanti kita seleksi lagi, dipilah dan dipilih orang-orang yang punya kinerja, loyalitas, dedikasi, serta integritas. Karena kita sedang melakukan proses pembangunan, SDM yang kuat sangat diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Laksmi Stanyawati, menjelaskan bahwa sebanyak 22 ASN yang akan memasuki masa purna bakti per 1 Oktober mendatang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 orang berasal dari jabatan struktural, 11 orang dari jabatan fungsional tertentu, dan 9 orang dari jabatan fungsional umum.
“Kami berharap, dedikasi yang telah diberikan dapat menjadi teladan bagi ASN lainnya,” ungkap Sri Laksmi.
Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus membangun sistem birokrasi yang profesional dan adaptif, dengan tetap menghargai jasa para ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Semangat pengabdian para ASN purna bakti diharapkan menjadi inspirasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Red)














































































































Discussion about this post