“Memang lelang pekerjaannya belum dilaksanakan, tapi pastinya tahun ini pekerjaan akan dilaksanakan. Dan semoga juga dengan anggaran Rp54 miliar ini, gedung itu akan selesai 100 persen” tutur Katibi.
Katibi juga menyayangkan, untuk lanjutan Gedung Instalasi Gawat Darurat Terpadu tidak terusulkan pada tahun 2019 yang lalu.
Namun dirinya optimis di tahun 2020 ini usulan mengenai lanjutan pembangunan IGD Terpadu akan segera disampaikan, agar pada tahun 2021 bisa segera dikerjakan kembali.
“Tadinya dengan anggaran Rp83 miliar, Gedung IGD Terpadu akan selesai 100 persen. Setelah dihitung lagi oleh pihak konsultan ternyata anggaran segitu masih kurang. Tapi untuk pengajuannya terlambat, jadi baru bisa diajukan tahun ini (2020) dan pekerjaanya tahun depan (2021),” tandas Katibi.
Sebelumnya, saat Komisi III DPRD Kota Cirebon melakukan monitoring ke RSUD Gunung Jati pekan lalu, Komisi III menyoroti tentang tumpukan antrian pasien rawat jalan di Poliklinik.
Atas hal tersebut, Komisi III menyarankan kepada pihak RSUD Gunung Jati agar segera memperbaiki pelayanan secara maksimal kepada pasien, khususnya untuk pasien rawat jalan. (Muslimin)














































































































Discussion about this post