Berbicara alat pelindung diri (APD), kata Bambang, APD pihaknya sudah menyiapkan, namun ini kan tidak bisa diprediksi sampai kapan dan berapa jumlah pasiennya, apakah menurun atau membludak. Dan itu yang tidak bisa diprediksi.
“Kita sidah siapkan, untuk saat ini cukup, tapi kita tidak tahu kedepan, kalau misalnya terjadi ledakan kasus. Sekarang masker saja sudah sulit, dapat masker langsung dari Korea walaupun mahal tetap kita beli,” tandasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua SARI, dr Edy Kurniawan menyatakan, kalau berbicara soal SDM pihaknya mengakui sudah sangat siap, bahkan, aku Edy, mereka sudah profesional sebagai pelayan.
“Karena untuk menangani kasus yang infeksius ini kan berdasarkan pengalaman saya di tim Surabaya sewaktu SARS ini butuh sarana dan prasarana yang benar-benar, bukan hanya melindungi pasiennya saja tapi juga melindungi dokter dan paramedisnya dari tertularnya virus,” kata dr Edy Kurniawan.
Jadi, menurut Edy, antara pasien dan yang menanganinya itu benar-benar dijamin mulai keamanan dan kenyamanannya.
“Alhamdulillah managemen rumah sakit sudah dapat masker N-95 (masker standar Kemenkes). Nah APD sudah ada tinggal saya minta untuk ditambahkan lagi. Pada intinya kita siap untuk memback up. Mudah-mudahan di Gunungjati tidak berlebih,” tandasnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post