Emil juga menginformasikan, kasus klaster Secapa TNI AD sudah selesai. Artinya, semua prajurit disana dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dan yang sembuh ini diambil plasma darahnya, untuk pengobatan pasien Covid-19 lainnya.
“Nah, untuk kegiatan perekonomian, pariwisata, perkantoran dan lainnya saat ini sudah mulai berjalan. Namun kami mengingatkan bila ditemukan kasus, maka segera ambil penanganan cepat. Tutup tempat tersebut lakukan prosedur. Iya buka tutup sesuai kondisi di lapangan,” ucapnya.
Emil yang didampingi istrinya Atalia Praratya dan rombongan Dinkes Jawa Barat, menyerahkan hibah pakai alat PCR (Polymerase Chain Reaction) portabel, kepada Walikota Cirebon Nashrudin Azis. Alat yang bernilai Rp900 juta ini, lebih mudah dibawa sampai pelosok pedesaan.
Sehingga Emil yakin, target satu persen penduduknya melakukan swab test bisa terlampaui. Namun demikian alat ini diprioritaskan untuk penanganan cepat kepada orang yang diduga kontak erat atau pelaku perjalanan dari episentrum Covid-19.
Baca Juga: Gubernur Serahkan Bantuan Unit Test Swab Portabel
“Alat ini juga pertama kalinya ada di Indonesia. Sehingga Jawa Barat terdepan dalam pendeteksian dini terhadap Covid-19. 27 kota/kabupaten se Jabar kami berikan satu unit, dua unit untuk pemprov,” cetusnya.
Sementara Walikota Cirebon Nashrudin Azis menyampaikan terimakasih atas bantuan alat ini. Pihaknya sudah menginstruksikan Kadinkes untuk segera menyiapkan petugas untuk mengoperasikannya.
Azis juga melaporkan perkembangan Covid-19 di Kota Cirebon. Selain penularan dari luar daerah, ada juga beberapa pegawai pemkot yang terpapar. Pihaknya akan terus melakukan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Alat PCR portabel ini akan membantu kita secepatnya untuk melakukan penanganan Covid-19. Kita akan petakan mana wilayah dan masyarakat yang prioritas akan di swab test portabel ini,” pungkasnya. (gus)















































































































Discussion about this post