MAJALENGKA,(FC), – Kombes Pol (Purn) Juhana Zulfan putra asli Desa Leuweunghapit Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, kini resmi ditunjuk oleh DPP PKB menjabat sebagai Ketua DPC PKB Majalengka. Pria berusia 60 tahun itu menggantikan posisi Taufan Ansyar yang meninggal dunia pada tahun lalu.
Sebelum ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Majalengka, Juhana merupakan seorang perwira polisi berpangkat Kombes. Sudah banyak jabatan yang ia emban selama menjadi polisi dari awal tahun 1989 tersebut.
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Majalengka, KH Abdul Rosyid mengatakan, pengalamannya menjadi perwira Polri menjadi salah satu alasan dirinya menyambut baik keputusan DPP PKB menunjuk Juhana Zulfan sebagai Ketua DPC PKB Majalengka yang baru.
Ia memastikan seluruh pengurus struktural DPC PKB Majalengka akan mengamankan keputusan DPP tersebut dan siap mendukung penuh keputusan DPP.
“Prinsipnya kita siap mendukung kepemimpinan Pak Juhana, Insya Allah PKB Majalengka akan lebih maju,” ujar Abdul Rosyid, Jumat (11/2).
Berikut riwayat karir perjalanan Juhana Zulfan yang berhasil di himpung FC dari berbagai sumber.
Juhana Zulfan lahir di Kampung Cikamangi, Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka 60 tahun silam.
Juhana Zulfan merupakan anak bungsu dari pasangan petani, Juri bin Sarwiyan (alm) dan Warsih bin Mad’ali (almh).
Pria kelahiran tahun 1962 itu lulus dari SDN Leuweunghapit tahun 1974, MTs N Bantarwaru tahun 1978/79 dan MAN di lingkungan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon 1982/83.
Selama sekolah di MAN, Juhana mondok di Pondok Pesantren Melati yang pada saat itu diasuh oleh Almaghfurlah KH. Muhammad (Kang Muhammad).
Kemudian, lanjut bersekolah di bangku perkuliahan S1 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin tahun 1987.
Selama kuliah di IAIN, Juhana aktif di berbagi organisasi kemahasiswaan baik internal maupun di luar Kampus, antara lain Pengurus Senat Fakultas Ushuluddin, Ketua Komisariat dan Pengurus PMII Cabang DKI, Ketua Ikatan Mutakhorizin MAN Babakan Ciwaringin Cirebon serta aktif mengikuti pelatihan-pelatihan kader kepemimpinan, kepemudaan dan jurnalistik.
Sembari kuliah aktif mengelola Majalah Mihrab di Masjid Agung Sunda Kelapa di bawah bimbingan senior Albab, Dr. KH. Zakky Mabarrok dan senior lainnya, Juhana aktif juga mengajar private dan di sekolah-sekolah dan ikut berperan dalam dakwah Islamiyah.
Lulus S1 pada tahun 1989, Juhana pun diterima masuk dan mengikuti pendidikan Sekolah Perwira (SEPA) Prajurit Karir (PK) Polisi Angkatan VI di Sekolah Calon Perwira (SECAPA) Sukabumi. Saat itu, Juhana dilantik oleh Kapolri Jenderal Drs. Moh. Sanusi di Mabes Pori Jakarta dengan predikat dan penghargaan sebagai Perwira Siswa Trengginas.
Selanjutnya, Juhana langsung ditempatkan dan bertugas di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra).
Selama bertugas di sana atau sekarang Polda Sulsel, Juhana pernah menjabat dan bertugas sebagai Pamin Direktorat Personalia, Tenaga Pendidik dan Kepala Korps Siswa (Kakorsis) SPN Batua Ujung Pandang, Wakil Kepala Kepolisian Resort Bulukumba dan Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabag Binkar) Biro Personalia Polda Sulsel.
Pada tanggal 31 Juli 1994, Juhana menikah dengan Rina Rahayu, alumni UNHAS Makassar dan salah satu atlet Yudo Nasional serta puteri keturunan Jadar (Bapak Jawa Ibu Mandar) yang lahir pada tanggal 14 Januari 1972.
Dua bulan setelah menikah, Juhana mendapat penugasan operasi Jaring Merah (Jamer ) IV dan VIII selama 1 tahun di Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh Nanggru Daaru As-salam.
Dari pernikahan tersebut, Juhana dikaruniai 4 putra dan 1 putri, yaitu Irfan Prawirakusuma, Farhan Prawirakusuma, Fahri Prawirakusuma, Fikri Prawirakusuma dan Diva Fadliyah Kusumawardani.
Dalam rangka peningkatan karier dan memenuhi kompetensi sebagai pejabat yang membidangi pembinaan karier personel, Juhana melanjutkan pendidikan S2 pada program studi manajemen Sumber Daya Manusia Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang mana tamat tahun 2003.
Dan pada tahun yang sama lulus Sekolah Lanjutan Perwira (SELAPA) Polri di Jakarta dengan predikat dan penghargaan sebagai Perwira Siswa Tauladan (Adhimakayasa).
Pada tahun 2005 selepas tamat di Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM) Polri di Lembang Bandung, Juhana lalu ditempatkan di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah.
Jabatan yang diemban, yaitu Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabag Dalpers) Biro Pers Polda Kalteng, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barito Selatan dan Kepala Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Tjilik Riwut Polda Kalteng.
Pada saat menjabat Kepala SPN tahun 2013 melanjutkan pendidikan S3 program Studi Manajemen Pendidikan pada Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kerjasama dengan Universita Palangkaraya (UNPAR) diwisuda tahun 2015.
Di samping pendidikan umum, Juhana juga melakukan pendidikan kejuruan/spesialis yang pernah diikuti, antara lain Pendidikan Akta Mengajar di IKIP Ujung Pandang, Pendidikan Perwira Binmas di Jakarta, Pendidikan Tutorial di Pusdik Brimob Watukosek.
Kemudian Pendidikan Perwira Intelejen di Pusdik Reserse-Intel Mega Mendung Bogor, Pendidikan Perwira Fungsi Personel di Jakarta, Diklat Manajemen Strategi dan Keuangan di Nusa Dua Bali dan di Kinasih Bogor, Pelatihan Assessor dan pelatihan serta peningkatan kemampuan terkait dengan tugas pokok dan fungsi lainnya.
Pada tahun 2013, Juhana kembali mendapat kepercayaan menjabat sebagai Direktur Tanahan dan Barang Bukti Polda Jawa Barat sampai akhir tahun 2017.
Pada tahun 2018 sd 2020, Juhana kembali berpindah tugas di wilayah hukum Polda Papua sebagai Kepala Bidang Keuangan, kemudian pada tahun 2020 sedangkan 2021 ditempatkan kembali di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah dengan jabatan yang sama sampai masa purna tugas 1 Januari 2021.
“Setahu saya, selama bertugas mengabdi pada Institusi Kepolisian, alhamdulillah beliau (Juhana Zulfan) berjalan dengan baik, tidak pernah tersangkut dalam pelanggaran hukum, disiplin maupun profesi. Pangkat yang disandang, yaitu mulai dari IPTU Pol (Inspektur Tingkat Satu Polisi), Kapten Polisi, Komisaris/Mayor Polisi, AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) dan KOMBES POL (Komisaris Besar Polisi),” ucap Sekretaris DPC PKB Majalengka, Ade Duryawan.(Munadi)












































































































Discussion about this post