KAB.CIREBON, (FC).- Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Rabu (11/3) sekitar pukul 18.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 106 bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga hingga bangunan sekolah dasar.
Berdasarkan pantauan di Blok Karanganyar, sejumlah rumah warga terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Banyak atap rumah terlepas akibat diterjang angin kencang, sementara puing-puing genteng, kayu, dan material bangunan berserakan di halaman rumah hingga jalan lingkungan.
Beberapa rumah semi permanen bahkan tampak rusak berat. Dinding bata yang belum diplester terlihat terbuka, sedangkan kerangka kayu penyangga atap tampak jelas karena sebagian besar genteng telah tersapu angin.
Halaman rumah warga dipenuhi pecahan genteng, kayu kaso yang patah, hingga potongan asbes dan seng. Di dalam rumah, sebagian atap berlubang sehingga cahaya matahari langsung masuk ke dalam ruangan.
Salah seorang warga, Darmini (34), mengaku masih mengingat saat pusaran angin menerjang permukiman mereka. Menurutnya, saat itu hujan deras tiba-tiba turun disertai angin kencang dari arah timur.
“Iya angin beliung. Anginnya kencang sekali, terus datang hujan deras. Genteng rumah banyak yang gugur,” ujar Darmini, Kamis (12/3).
Ia mengatakan, angin kencang tersebut sempat berputar di atas permukiman warga. Meski berlangsung singkat, kekuatannya cukup besar hingga merusak banyak bagian bangunan.
“Hujannya besar, anginnya dari timur muter-muter kencang. Tidak lama sih, tapi banyak yang rusak. Barang-barang pada terbang semua,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Tarman (55). Ia menyebut angin kencang datang dari arah timur dan sempat berputar di atas permukiman warga sebelum merusak sejumlah rumah.
“Dari timur muter ke sini. Rumah situ atapnya pada terbang, tahu-tahu muter balik lagi anginnya. Banyak yang rusak,” katanya.
Usai kejadian, warga bersama aparat mulai membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan di sejumlah titik. Material genteng, kayu, serta rangka bangunan yang roboh dikumpulkan agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Sementara itu, Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota, AKP Rudiana, mengatakan berdasarkan pendataan awal terdapat puluhan rumah warga yang rusak akibat terjangan angin kencang tersebut.
“Berdasarkan pendataan awal terdapat sekitar 21 rumah warga di Blok Karanganyar serta sekitar 85 rumah warga di Blok Muara Wetan yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang,” ujar Rudiana.
Selain rumah warga, sejumlah bangunan sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap, di antaranya SDN 1 Muara, SDN 2 Muara, serta SD PGRI Kecamatan Suranenggala.
Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Personel Polsek Kapetakan bersama Sat Brimob Den C Polda Jawa Barat serta anggota Koramil Suranenggala turut membantu proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus sementara aliran listrik pada kabel yang tertimpa pohon tumbang guna mencegah potensi bahaya bagi warga.
Meski menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dan beberapa bangunan sekolah, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” pungkas Rudiana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin menjelaskan, sebelum kejadian cuaca di wilayah tersebut terlihat mendung dengan awan hitam pekat. Tidak lama kemudian muncul pusaran angin yang bergerak dari arah selatan menuju utara.
“Awalnya langit terlihat gelap dengan awan hitam. Beberapa saat kemudian datang pusaran angin puting beliung dari selatan ke utara yang membuat genteng rumah warga berterbangan,” ujar Ikin.
Ia menambahkan, setelah pusaran angin melanda wilayah tersebut, hujan deras turun disertai angin kencang yang memperparah kerusakan di sejumlah bangunan.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Cirebon, tercatat sebanyak 113 bangunan mengalami kerusakan di Desa Muara, sementara di Desa Mertasinga terdapat 129 bangunan terdampak. “Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu angin kencang,” jelasnya.
Selain merusak bangunan warga, angin puting beliung juga menyebabkan sekitar 20 pohon tumbang di sejumlah titik di kedua desa tersebut. Petugas BPBD bersama warga setempat langsung melakukan pembersihan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Pohon-pohon yang tumbang sudah kami tangani dan dibersihkan agar akses jalan kembali normal,” katanya. Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Setidaknya terdapat enam bangunan fasilitas umum yang terdampak, di antaranya SDN Muara Wetan 1, Mushola Al Hidayah, Mushola Nurul Huda, SD Mertasinga, serta TK Mertasinga. Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap bangunan.
Meski menimbulkan kerusakan cukup banyak, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem seperti angin kencang dan awan gelap,” pungkasnya. (Johan)












































































































Discussion about this post