KAB. CIREBON, (FC).- Petani di Desa Leuwidingding Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi yang berlangsung hampur dua bulan ini. Padahal kebutuhan untuk mencegah gagal panen dimusim tanam ketiga ini sangat dibutuhkan, sementara harga pupuk non subsidi melambung hingga dua kali lipat dari pupuk subsidi.
Salah seorang petani Desa Leuwidingding, Danton kepada “FC”, Rabu (30/9) mengungkapkan, sejak dua bulan terakhir pupuk subsidi menghilang, akibatnya tanaman petani rusak karena proses pemupukan tidak optimal. Sedangkan jika harus menggunakan pupuk non subsidi yang tersedia harganya sangat mahal.
” Perbandingan antara harga pupuk subsidi dan non subsidi sangat jauh, bahkan perbandingan harga bisa mencapai seratus persen. Dengan langkanya pupuk subsidi sangat memberatkan petani,” keluhmya.
Ia menyebutkan, pupuk subsidi yang mulai langka disejumlah kios atau agen pupuk diantaranya, urea, ponska dan ZA. Dirinya kawatir akibat kelangkaan pupuk akan berdampak pada perkembangan tanaman padi yang mereka tanam. Bahkan, sambung dia, tanaman bisa terganggu dan terancam rusak dan yang lebih parahnya lagi membuat gagal panen.
“ Kami berharap agar pemerintah hadir memberikan solusi kepada para petani atas kondisi saat ini,” ucapnya penuh harap.
Menurutnya ketersediaan pupuk subsidi yang langka pun dibatasi, dimana setiap petani yang membutuhkan pupuk ada pembatasan pembelian . Kemudian petani dalam satu hektar hanya diperbolehkan membeli dua kwintal saja.
“Pembatasan pembelian pupuk subsidi yang hanya dua kwintal untuk satu hektar jelas tidak mencukupi,” tandasnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post