“Biasanya, setiap bulan kita hanya melakukan tagihan pembayaran listrik sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Namun, kali ini sudah beberapa bulan tagihan pembanyaran listrik mencapai Rp 800 ribu, bahkan bulan sekarang saja, tagihan listrik hingga Rp 1,2 juta,” ucapnya.
Oleh karena itu, Rohmat mengaku saat ini SPAM Tirta Setu, akan diserahkan ke pihak desa, karena sudah tidak sanggup untuk membanyar tagihan listrik yang terus mengalami kenaikan.
“Padahal, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Jika SPAM Tirta Setu tak lagi beroperasi maka puluhan warga yang notabene berpenghasilan rendah itu, akan terancam tidak lagi menikmati sarana air bersih tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cisetu, Iwan Kriswana menyayangkan dengan kenaikan tarif biaya listrik untuk SPAM Tirta Setu. Bahkan, dia juga mengkhawatirkan dengan kenaikan listrik ini, infrastruktur untuk masyarakat tidak mampu ini menjadi Monumen Cipta Karya (MCK).
“Adanya SPAM Tirta Setu ini, merupakan usulan Pemerintah Desa (Pemdes) Cisetu ke Kementerian PUPR bagian Kecipta Karyaan. Dan Alhamdulilah hasil jerih payah kami, SPAM akhirnya terealisasikan,” jelasnya.
Menurut Iwan, SPAM Tirta Setu sendiri, sudah berdiri sejak tanggal 5 Desember 2018 lalu. Dan selama kurang lebih 1,5 tahun terakhir ini, sebayak 58 kepala keluarga yang berpenghasilan rendah atau warga kurang mampu menikmati air bersih tersebut.
“Sehingga, dengan adanya permasalahan seperti ini, tentu masyarakat sangat resah, karena sekarang akan menghadapi musim kemarau dan tentunya sangat membutuhkan air bersih dari SPAM Tirta Setu tersebut,” ucapnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah Majalengka maupun pihak PLN atau pun instansi terkait agar segera menindaklanjuti permasalahan tersebut. Karena ini sudah menjadi permasalahan masyarakat banyak.
“Apalagi sekarang sudah mulai masuk musim kemarau. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 dan tentunya air bersih dari SPAM Tirta Setu, sangat dibutuhkan masyarakat. Saya sangat berharap agar pemerintah dapat segera melakukan tindakan untuk mengatasi hal tersebut, supaya masyarakat dapat kembali menikmati air bersih tersebut,” harap Kepala Desa Cisetu ini. (Munadi).















































































































Discussion about this post