Hanya saja, sepengetahuannya tidak sepenuhnya sehingga bisa dikerjakan tahun ini untuk tahap pertama. Dan tahap selanjutnya dikerjakan tahun depan.
Nah, lain halnya lagi dengan proyek peningkatan trotoar, yang sudah tersedia anggarannya. Ini yang harus diperhatikan kualitasnya, karena harus sesuai dengan kontrak yang sudah dibuat
Pada sidak beberapa hari lalu, pihaknya mendapati sejumlah temuan, terkait proses pengerjaan yang dianggap perlu dikoreksi dan dikonfirmasi oleh dinas teknis, konsultan dan kontraktor.
Apalagi, proses pengerjaan yang bersinggungan dengan utilitas di dalam saluran. Seperti, adanya pipa air berdiameter 12 centimeter dan kabel-kabel besar. Karena posisi pipa dan kabel berada di bawah saluran, maka mengganggu aliran listrik dan air.
“Kami akan mendiskusikan beberapa hal yang ditemukan di lapangan. Karena posisi pipa dan kabel di bawah saluran, ini akan mengganggu flow. Maka harus ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan,” ungkap politisi Partai Nasdem ini.
Temuan lainnya berkaitan dengan keberadaan sumur resapan yang berada di dalam saluran. Komisi II menilai posisi sumur resapan kurang ideal. Sebab, faktanya air yang berada di saluran tidak terserap. Belum lagi jika sumur tersebut mengalami sedimentasi.
“Memang sumur resapan ada salah kaprah sedikit. Apakah masih memungkinkan untuk dikatakan sebagai sumur resapan atau tidak, karena faktanya kurang ideal. Untuk lebih jelasnya, kami berdiskusi dengan kontraktor atau dengan konsultannya,” tandasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post