KAB. CIREBON, (FC).- Petani di desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.
Keluhan tidak hanya disampaikan petani yang tidak mendapatkan kartu tani, tapi juga oleh petani yang sudah memiliki kartu tani.
Kuwu Cibogo, Ahmad Hudori mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan keluhan para petani di Desa Cibogo yang kesulitan mendapatkan pupuk yang menghilang di pasaran.
“Sering sekali ada petani yang datang dan mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk,” kata Ahmad Hudori kepada FC, Selasa (1/6).
Ditambahkannya, para petani minta lebih diperhatikan lagi, baik dari penyediaan pupuk maupun sarana prasana penunjang yang bisa meningkatkan hasil panen.
“Jalan Usaha Tani maupun Irigasinya yang menjadi penunjang bagi sektor pertanian menjadi prioritas pembangunan desa Cibogo tentunya,” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam program kartu tani, petani yang memiliki kartu hanya mendapat jatah membeli pupuk subsidi sebanyak 10 kilogram per 0,1 hektare.
Pupuk subsidi ini dijual di kios-kios tertentu, dengan harga Rp90-Rp 100 ribu per kantong isi 50 kilogram.
”Saat ini sudah selesai musim tanam, dan mulai melakukan pemupukan pertama. Namun saat petani membutuhkan pupuk, untuk mendapatkan pupuk subsidi sulitnya minta ampun,” tuturnya.
Namun, kata dia, alokasi pupuk subsidi sebanyak 10 kilogram per 0,1 hektare sawah, tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman padi.
Seharusnya, untuk sekali pemupukan dibutuhkan sedikitnya 20 kg per 0,1 hektare.
“Pastinya harapan kita sama, berikan perhatian serius kepada para petani, baik dari irigasinya, jalan usaha taninya, pengadaan pupuknya maupun paska panen dengan harganya yang lebih baik. Petani Subur, Rakyat Makmur, Negara kuat sejahtera. Mungkin beberapa tahun ke depan akan sangat sulit mencari petani, karena melihat sekarang banyak remaja tidak tertarik dengan pertanian yang tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan,” pungkasnya. (Harun)
















































































































Discussion about this post