“Sebagai bentuk tanggungjawab kami, maka perangkat dan Lembaga Desa mengunjungi warga dengan membagikan bingkisan alakadarnya, sebagai bentuk permohonan maaf kami,” jelasnya.
Ditambahkannya, atas kejadian tersebut pihaknya meminta kesadaran dan pengertian masyarakat lantaran kegagalan acara bukan semata disengaja, namun karena ada masalah besar terkait Pendemi Virus Covid-19.
Sehingga keluar kebijakan pemerintah pusat melarang adanya kegiatan yang mengumpulkan banyak massa sebagai upaya prefentif penularan Virus Covid-19.
“Kami mencoba untuk mengambil hikmahnya atas peristiwa ini, karena kami sangat yakin, dibalik semua ini sudah menjadi suratan dan kuasa Allah,” tutur Jaenudin. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post