Merdeka Belajar adalah kebijakan terobosan yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, yang bertujuan untuk mengembalikan otoritas pengelolaan pendidikan kepada sekolah dan pemerintah daerah. Otoritas pengelolaan pendidikan diwujudkan dalam bentuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan pemerintah daerah dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program program pendidikan yang dilaksanakan di sekolah, dengan mengacu pada prinsip-prinsip kebijakan Merdeka Belajar yang ditetapkan pemerintah pusat dalam usaha mencapai tujuan nasional pendidikan.
Kurikulum Merdeka dicanangkan Kemendikbudristek sebagai bentuk respons dan pemecahan solusi atas kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Salah satunya adalah terjadinya learning loss atau ketertinggalan pembelajaran yang terjadi akibat pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir.
Kurikulum Merdeka atau di sebut sebagai Kurikulum Prototipe dikembangkan sebagai kerangkan kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.
Karakteristik utama kurikulum ini yang mendukung pemlihan pembelajaran diantaranya, pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skils dan karakter sesuai profil Pancaila. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang teridenferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Kurikulum merdeka mencangkup tiga tipe kegiatan pembelajaran yaitu: Pembelajaran Intrakurikuler yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memilliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Kedua, Pembelajaran Kokurikuler berupa objek penguatan Profil Pelajar pancasila, berprinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum. Ketiga, Pembelajaran Ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.
Kurikulum Merdeka memberikan sistem kurikulum yang lebih fleksibel dan kegiatan pembelajaran berfokus pada materi esensial, dengan kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi guru untuk menyampaikan materi sesuai kebutuhan dan karakter siswa.
Kebijakan Kurikulum Merdeka yang telah dilaksanakan di beberapa satuan pendidikan tentu mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan kurikulum sebelumnya. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya yaitu kurikulum lebih sederhana dan mendalam, lebih merdeka, dan lebih relevan juga interaktif.
Pelaksanaan kegiatan mengajar di satuan pendidikan atau sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka wajib memperhatikan prinsip-prinsip pelaksanaan kurikulum tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.
Terdapat prinsip-prinsip yang harus dilaksanakan satuan pendidikan atau sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dengan menerapkan prinsip tersebut diharapkan pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan maksimal dan optimal.
MERDEKA BELAJAR
Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dialkukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa (Kemenko PMK).
Kurikulum Merdeka Belajar
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (Kemendikbudristek).
Prinsip Kurikulum Merdeka Belajar
Melansir laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, Selasa (7/12/2022), terdapat 5 prinsip pembelajarannya, yaitu: Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar. Serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Tentunya, prinsip-prinsip di atas hendaknya diterapkan baik dalam kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Sekolah mempunyai kebijaksanaan untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik dengan tetap berpedoman kelima prinsip tersebut.
Ada beberapa tujuan kurikulum merdeka yang penting diketahui para pengajar maupun guru, antara lain, menciptakan pendidikan yang menyenangkan. Tujuan kurikulum merdeka yang pertama, yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi peserta didik dan guru. Kurikulum ini menekankan pendidikan Indonesia pada pengembangan aspek keterampilan dan karakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Mengejar Ketertinggalan Pembelajaran. Salah satu tujuan kurikulum merdeka adalah mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan agar pendidikan di Indonesia bisa seperti di negara maju, yang mana siswa diberi kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran
Mengembangkan Potensi Peserta Didik Tujuan kurikulum merdeka selanjutnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik. Kurikulum ini dibuat sederhana dan fleksibel sehingga pembelajaran akan lebih mendalam. Selain itu, kurikulum merdeka juga berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.
Dengan adanya kurikulum merdeka, diharapkan mampu mengembangkan kompetensi para peserta didik. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, di mana kurikulum ini lebih menekankan pada kebebasan peserta didik. Kurikulum ini juga memudahkan para guru dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik.
Oleh : Gilang Taruna Pratama
















































































































Discussion about this post