MAJALENGKA, (FC).- Durohman (47), per tanggal 1 Agustus mendatang resmi melepas seragam dinasnya sebagai anggota Polri. Warga Blok Babakan, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka itu diketahui resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dalam Pemilu 2024 mendatang. Kendaraan politik yang ia pilih yakni PDI Perjuangan.
Kepada media, Durohman pun menjelaskan, alasan dirinya lebih memilih bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu.
Background keluarga yang memang rata-rata orang PDI Perjuangan, menjadi alasannya.
“Di PDIP karena terus terang saja saya menilai dari internal keluarga dulu karena keluarga memang rata-rata PDIP, saya tidak mau bertentangan dengan hatinya,” ujar Durohman, Kamis (13/7).
Kendati demikian, ia menyebut, seluruh bendera partai dianggapnya memiliki keunggulan masing-masing. Adapun dari parpol yang dipilih menjadi kendaraan politiknya, bapak dua anak ini menargetkan 15 ribu suara untuk bisa mengantarkannya ke kursi DPRD.
“Setidaknya 15 ribu suara,” ucapnya.
Jika memang dipercaya duduk di kursi DPRD, pria kelahiran tahun 1976 itu akan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. Di mana, kala bertugas sebagai anggota Polri selama 27 tahun, aspirasi masyarakat banyak datang dari sana.
“Prioritas saya untuk kesejahteraan masyarakat. Nanti mungkin saya cari terobosan-terobosan untuk menembus ke sana dengan mungkin pengalaman-pengalaman saya dinas di kepolisian saya akan coba.”
“Karena kalau masyarakat sudah sejahtera, mau pendidikannya itu akan terwujud ngikutin, kalau sekarang masyarakat belum sejahtera mau dibantu pendidikan aja tetep gitu kan.”
“Pendidikan agama juga insya Allah. Dengan jaringan-jaringan sistem saya saat ini dan pengalaman-pengalaman saya justru pendidikan agama di Majalengka akan saya coba dorong,” jelas dia.
Sebelumnya, seorang anggota polisi berpangkat Aipda dari Kepolisian Resor Majalengka mengajukan pensiun dini dari keanggotaan Polri. Alasannya, ia lebih memilih untuk mencalonkan diri menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Kabupaten Majalengka dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Ditemui di Blok Babakan, desa setempat, Durohman mengaku, ada alasan tersendiri mengapa dirinya rela mundur dari institusi yang telah membawanya sampai saat ini. Sejatinya, ia sangat mencintai insitusi yang menjadi ladang ibadahnya sejak tahun 1996-1997.
Jika tidak mengajukan pensiun dini, masih sekitar 11 tahun lagi ia harus bertugas menjadi anggota Polri. Namun, Durohman mengaku terdorong ingin menjadi anggota legislatif dikarenakan banyak warga yang menyampaikan aspirasinya dan dirinya ingin mewujudkannya.
“Posisi saya sebenarnya kan memang cinta Polri, saya selama ini melaksanakan tugas di daerah, baik di lokasi konflik maupun di tempat lainnya. Saya sudah sejak tahun 2003 pindah tugas di Majalengka dengan dinas di Binmas.”
“Nah selama saya tugas ini, saya sering mendapatkan aspirasi dari masyarakat yang mana keinginan masyarakat itu banyak. Namun karena di Polri ini kan tidak bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat itu, oleh karena itu keluar dari Polri dan ingin menjadi anggota legislatif itu ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat yang lebih besar lah.”
“Untuk memperjuangkan dan bisa ikut mewujudkan masyarakat yang sebenarnya,” ujar Durohman.
Disinggung apakah akan menyesal di kemudian hari, Durohman secara tegas mengatakan tidak.
Hal itu seiring dirinya yang sudah menjalankan tugas sebagai anggota Polri selama 27 tahun dan dirasa harus keluar dari zona nyaman.
“Insya Allah tidak, karena ini saya ikuti sesuai hati, karena bukan karena menyesal atau tidaknya. Kalau untuk menyesal jadi Polri, gak ada menyesal karena saya kan sudah menjalankan dinas dari semenjak tahun 1996-1997 atau hampir 27 tahun saya mengabdi,” ucapnya.
Keputusannya tersebut, lanjut Durohman, juga sudah mendapatkan restu dari orangtua maupun keluarga.
Sekali lagi ia menegaskan, perlunya memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah diterimanya dan dirinya lah yang harus melakukan itu.
“Untuk keluarga saat ini baik orangtua dan segala macam InsyaAllah tidak, artinya tidak masalah. Memang di Polri ini zona nyaman, sedangkan yaitu tadi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat gak bisa di Polri.”
“Di Polri itu paling hanya menyampaikan pengajuan segala macam, baru bisa. Namun untuk memperjuangkan keinginan mewujudkan itu tidak bisa dan harus keluar dari Polri,” jelas dia.
Proses pemunduran dirinya pun kini tinggal menghitung waktu. Pasalnya, berkas-berkas pemunduran dirinya sudah dilakukan dan jika diterima, Durohman secara resmi bukan lagi anggota Polri per 1 Agustus 2023 nanti.
“Pengajuan sudah dilakukan dan Insya Allah per 1 Agustus 2023 nanti saya resmi keluar Polri, karena saya juga sekarang posisinya sudah mendaftar jadi bacaleg, di partai PDI Perjuangan untuk dapil 3,” katanya. (Munadi)
















































































































Discussion about this post