KOTA CIREBON, (FC).- Beberapa hari yang lalu, terjadi upaya penyelundupan barang haram berupa sabu dan sejumlah obat penenang ke dalam lapas Kelas I Kesambi Kota Cirebon. Namun berkat ketelitian dan kecermatan petugas pemeriksa lapas, penyelundupan tersebut berhasil digagalkan.
Atas hal tersebut, Rutan Kelas I Cirebon memperketat pemerikasaan para pengunjung yang akan masuk ke dalam Rutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas I Cirebon, Donny Yudha Pratama mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan secara berlapis. Dan menutup segala celah yang memungkinkan barang terlarang masuk ke dalam jeruji besi.
“Kami periksa mulai penggeledahan badan hingga ke makanan yang dibawa pengunjung,” ujarnya, Kamis (13/7).
Dijelaskan Donny, upaya memasukkan narkoba dan obat-obatan ke dalam Rutan masih sering dilakukan oleh warga binaan. Adapun kebanyakan masuknya barang tersebut yakni melalui jalur makanan dan mayoritas obat-obatan yang memiliki kandungan benzodiazepam.
“Seringnya mereka gerus dan mencampur kedalam makanan kopi, saos, sambel dan makanan lainnya untuk mengelabui petugas,” jelasnya.
Donny menceritakan, beberapa kali kejadian pihaknya sempat curiga terhadap kandungan obat-obatan yang ada dalam makanan yang dibawa pengunjung. Akhirnya petugas mencoba mencicipi makan tersebut.
“Karena setelah habis ngetes makanan tidak lama badan petugas terasa lemas, bahkan tak bisa berdiri dengan tegak,” bebernya.
Berkaca dari kejadian tersebut, pihaknya memutuskan, beberapa jenis makanan berkuah dan kemasan tidak diperbolehkan masuk.
“Karena ada indikasi narkoba dan obat-obatan masuk lewat makanan berkuah misalnya sop-sop yang terdapat tulang baik sapi maupun ayam, bakso, kepala ikan atau makanan lainnya,” jelasnya.
“Kami juga sempat menemukan nasi yang warnanya agak merah jambu dan ada rasa pahit,” imbuhnya.
Donny menambahkan, pihaknya melakukan pendekatan persuasif serta humanis dengan rutin dan mengajak berkomunikasi dengan tahanan dan narapidana. Ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan obat-obatan. Tak hanya itu, secara rutin pihaknya menggelar penggeledahan serta tes urine.
“Penggeledahan secara fisik dan tes urine bagi warga binaan dilakukan secara berkala,” terangnya.
Pada tahun 2023 ini, sambung Donny, pihaknya tidak menemukan indikasi peredaran barang terlarang di tempatnya bertugas.
“Setidaknya kami tak henti melakukan upaya-upaya pencegahan dengan maksimal, hasil semua ada di ditangan Tuhan,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post