KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon pada tahun anggaran (TA) 2026 memprioritaskan terhadap peningkatan infrastruktur jalan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Tomy Hendrawan.
“Berdasarkan pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Cirebon, fokus utama Pemkab Cirebon pada tahun anggaran 2026 memang diarahkan ke peningkatan infrastruktur jalan,” terang Tomy Hendrawan kepada wartawan, Jumat (8/8).
Tomy menjelaskan, bahwa saat ini pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 saat ini sedang berlangsung.
“Bidang kebinamargaan tahun 2026 direncanakan ada dua program besar. Pertama pembangunan drainase perkotaan sebesar Rp15 miliar, kedua penyelenggaraan jalan sebesar Rp181 miliar,” terang Tomy.
Tomy juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menghitung kebutuhan untuk re-konstruksi jalan sepanjang 47 kilometer pada tahun 2026. Ia menambahkan, bila ada penambahan alokasi anggaran, maka cakupan perbaikan akan diperluas.
“Selain mengandalkan APBD, kami juga intens menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mengupayakan bantuan keuangan sebesar Rp109,1 miliar untuk Kabupaten Cirebon, mohon doanya,” ucap Tomy.
Tak hanya itu, masih dikatakan Tomy, pengajuan dukungan juga terus dilakukan ke Kementerian Pekerjaan Umum melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
“Ada empat ruas jalan yang kami usulkan ke pusat, yaitu ruas jalan Playangan-Bojongnegara, Arjawinangun-Suranenggala, Gebang Ilir-Waled, dan ruas jalan Sindanglaut-Pabuaran,” ungkapnya.
Berdasarkan data terakhir Dinas PUTR, saat ini tercatat 189,2 kilometer jalan di Kabupaten Cirebon dalam kondisi tidak mantap. Pemerintah menargetkan seluruh ruas jalan tersebut bisa ditangani secara bertahap dan rampung dalam waktu tiga tahun ke depan.
Sebelumnya, Bupati Cirebon, H Imron menegaskan setiap tahunnya selalu memprioritaskan anggaran untuk infrastruktur jalan. “Ya, kami selalu memprioritaskan untuk infrastruktur jalan. Dibandingkan dengan yang lainnya,” ucap Imron.
Selain memprioritaskan untuk infrastruktur jalan, Bupati Imron juga menginginkan anggaran untuk infrastruktur jalan itu naik. “Ya saya ingin naik, kalau bisa dua kali lipatnya,” kata Imron.
“Tapi, kita lihat PAD-nya gimana, terus nanti kita lihat bagaimana APBD kitanya, mampu tidak,” imbuhnya.
Selain mengandalkan dari APBD Kabupaten Cirebon untuk infrastruktur jalan, Bupati Imron juga tetap berikhtiar meminta bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Provinsi belum mengucurkan anggaran untuk Kabupaten Cirebon, karena Provinsi tengah memfokuskan dan merampungkan jalan kewenangan provinsi dulu. Insya Allah 2027 baru ada bantuan untuk Kabupaten Cirebon, artinya 2028 jalan provinsi dan kabupaten beres semua,” ungkapnya.
Imron kembali menegaskan, pihaknya menginginkan anggaran infrastruktur jalan naik, terutama untuk memperbaiki jalan-jalan yang prioritas.
“Pengen sih pengen naik dua kali lipat, cuma kan APBD kita dibagi-bagi. Untuk pendidikan, kesehatan, sosial, kesejahteraan masyarakat, UMKM dan lainnya. Kalau untuk jalan saja, nanti yang lainnya bagaimana,” pungkasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post