KAB.CIREBON, (FC).- Pasca kebakaran pasar Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon yang menghanguskan sekitar 210 unit los pasar, Pemdes setempat langsung bergerak melakukan musyawarah untuk membangun pasar darurat. Sedikitnya 165 unit kios pasar darurat akan dipersiapkan panitia.
Kuwu Desa Lemahabang Kulon, Rudiyana menjelaskan, pasca kebakaran, pihaknya langsung melakukan pendataan terhadap para pedagang terdampak, dari 210 los yang ludes terbakar tersebut, ada sekitar 185 pedagang yang memang masih aktif berjualan, karena beberapa diantara pedagang ada yang memiliki 2-3 los.
Dari hasil pendataan tersebut, pemdes dan panitia yang sudah dibentuk tersebut akhirnya mencoba mengumpulkan para pedagang yang terdampak dan mencarikan solusi pasca terkena musibah tersebut.
Akhirnya disepakati untuk membangun pasar sementara yang akan ditempatkan di sekitar lokasi pasar yang terbakar, dengan memanfaatkan sepanjang jalan menuju lokasi pasar.
“Saat ini kami fokusnya bagaimana menangani masalah mereka, karena sudah terkena musibah dan bagaimana caranya mereka masih bisa berjualan kembali, maka kami fokuskan ke pembangunan pasar darurat,” ungkapnya, Sabtu (3/1).
Lanjut dijelaskan Kuwu Rudiyana, biaya pembangunan pasar darurat sendiri menurutnya, saat ini diakui pihaknya belum memiliki rekanan atau developer, namun ada salah satu pedagang yang merasa peduli dan prihatin atas kondisi yang dialami para pedagang.
Sehingga, lanjutnya, mau membantu memberikan modal untuk membangunkan pasar darurat, alasannya agar para pedagang tersebut bisa kembali lagi berjualan, jangan sampai terpuruk pasca musibah kebakaran.
“Dari hasil pemetaan panitia, sedikitnya tergambar ada sekitar 165 kios pasar darurat dengan ukuran 2×3 meter, dan itu bisa menampung semua pedagang yang terdampak kebakaran, sementara yang memiliki dua atau tiga los yang terbakar, kita berikan satu kios pasar daturat, yang penting semua yang terdampak bisa kita tampung,” jelasnya.
Ditambahkan Kuwu Rudiyana, kebakaran pasar Lemahabang yang menghanguskan 210 los pasar beserta isinya telah membawa keprihatinan banyak pihak, langkah awal yang segera dilakukan adalah bagaimana agar para pedagang bisa berjualan kembali.
Pembangunan pasar darurat mendapat dukungan beberapa pihak, selain dari swadaya pedagang, kehadiran dua anggota dewan yang merasa prihatin dan peduli mereka mensupport bantuan materi untuk pembangunan pasar darurat yang segera akan dibangun.
“Pasar darurat ini segera akan kita bangun, paling lambat minggu depan, dan Alhamdulillah ada dua anggota dewan Kabupaten Cirebon yang peduli dan menyumbang untuk pembangunan pasar darurat ini,” ungkapnya. (Nawawi)








































































































Discussion about this post