STIQ Al-Multazam Kuningan Wisuda Sarjana ke-5, Konsisten Lahirkan Hafiz Al-Qur’an Bersanad
KUNINGAN, (FC).- Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Al-Multazam kembali menggelar Wisuda Sarjana ke-5 pada Senin (15/12).
Melalui wisuda ini, STIQ Al-Multazam menegaskan komitmennya dalam mencetak sarjana penghafal Al-Qur’an 30 juz bersanad.
Ketua STIQ Al-Multazam, Dr. Agus Setiawan, Lc., M.A., mengatakan bahwa selama lima tahun berturut-turut STIQ Al-Multazam konsisten meluluskan hafiz dan hafizah Al-Qur’an 30 juz.
Pada wisuda kali ini, enam wisudawan dinyatakan berhasil meraih sanad Al-Qur’an setelah melalui tahapan ujian yang ketat.
“Sanad Al-Qur’an bukan sekadar hafal 30 juz, tetapi pengakuan keilmuan yang ditempuh melalui proses panjang dan berjenjang. Mulai dari ujian per juz hingga tasmi 30 juz sekali duduk,” ujar Agus Setiawan.
Ia menambahkan, hingga saat ini STIQ Al-Multazam telah mencatat 46 alumni yang mampu menyelesaikan tasmi 30 juz sekali duduk, dengan 24 di antaranya telah resmi mengantongi sanad Al-Qur’an.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa para alumni STIQ Al-Multazam telah tersebar mengabdi di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Bahkan, pada wisuda kali ini empat wisudawan mengikuti prosesi secara daring karena tengah menjalankan tugas pengabdian di pesantren masing-masing.
“Di mana pun mereka mengabdi, kami berharap nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi landasan dalam membangun masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum YPI Al-Multazam, KH. H. Uud Pandu Suandhana, S.Si., menegaskan bahwa wisuda ini bukan akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
“Wisuda ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal pengabdian. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. H. Wawan Hernawan, M.Ag.
Ia menilai konsistensi STIQ Al-Multazam dalam melahirkan hafiz dan hafizah Al-Qur’an patut diapresiasi.
“Ini adalah perjalanan panjang yang tidak mudah. Para wisudawan hari ini adalah penjaga kalam Ilahi yang akan menjadi cahaya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, turut mengapresiasi kontribusi STIQ Al-Multazam dalam penguatan sumber daya manusia daerah.
“Lulusan STIQ Al-Multazam memiliki kekhasan sebagai intelektual Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berorientasi pengabdian,” kata Dian.
Melalui Wisuda Sarjana ke-5 ini, STIQ Al-Multazam kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Al-Qur’an yang konsisten melahirkan sarjana bersanad dan siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.(Angga)



Tinggalkan Balasan