KUNINGAN, (FC).- Suara keras soal kondisi lingkungan Gunung Ciremai menggema di halaman Gedung Sate, Bandung, Selasa (6/1).
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kuningan (Alamku), Yusuf Dandi Asih, menegaskan bahwa kawasan Gunung Ciremai saat ini berada dalam kondisi yang semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Yusuf menyampaikan bahwa kedatangan warga Kuningan ke Bandung bukan sekedar menyampaikan aspirasi, melainkan membawa pesan darurat atas kondisi alam yang terus tertekan. Ia menyebut, Ciremai sebagai gunung tertinggi dan ikon Jawa Barat tidak lagi berada dalam situasi aman.
“Ciremai hari ini sudah tidak baik-baik saja. Geus tereh ngaburusut (akan cepat runtuh). Kalau tidak segera diatur dan ditata, dampaknya bukan hanya untuk Kuningan, tapi juga Cirebon, Indramayu, dan Majalengka,” ujar Yusuf saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, persoalan lingkungan di Ciremai telah berubah menjadi persoalan sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satu dampak paling nyata adalah terganggunya akses air bersih yang kini mulai menjadi keluhan utama warga.
“Ini bukan cerita di atas kertas. Ketika air sulit, ibu-ibu kesulitan mencuci, anak-anak bisa terganggu sekolahnya. Bahkan kalau air PDAM kotor, urusan memasak pun jadi berbahaya. Ini kebutuhan dasar yang sedang terancam,” tegasnya.
Yusuf juga memaparkan hasil komunikasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang dilakukan di tengah aksi melalui sambungan video call. Dari komunikasi tersebut, ia menyebut ada dua tuntutan utama Alamku yang direspons oleh pihak provinsi.
“Pertama, penataan dan alih fungsi lahan di kawasan Gunung Ciremai. Kedua, soal legalitas penggunaan air. Dua persoalan ini menjadi akar dari rusaknya lingkungan hari ini,” jelas Yusuf.
Ia menambahkan, Sekda Provinsi Jawa Barat berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi tersebut kepada gubernur dan memastikan dalam waktu dekat tim dari pemerintah provinsi akan turun langsung ke Kabupaten Kuningan untuk melakukan peninjauan lapangan.
“Komitmen itu juga disampaikan secara tertulis. Kami diminta terlibat dalam proses peninjauan dan penindakannya. Ini yang akan kami kawal bersama,” katanya.
Meski menyampaikan kritik tajam, Yusuf menegaskan aksi berlangsung damai dan tertib.
Namun ia juga menekankan bahwa keseriusan pemerintah akan diukur dari realisasi janji tersebut.
“Kalau sampai waktu dekat tidak ada langkah nyata, kami siap membawa persoalan Gunung Ciremai ke tingkat yang lebih tinggi. Ini bukan gertakan, tapi bentuk tanggung jawab kami sebagai masyarakat,” pungkas Yusuf. (Angga)











































































































Discussion about this post