INDRAMAYU, (FC).- Tokoh Ulama Kabupaten Indramayu KH Syaerozi Bilal Terpilih menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu periode 2025-2030, dengan memperoleh 8 dukungan dari tim formatur.
KH Syaerozi Bilal Terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Grand Trisulla Hotel, Senin (29/12).
Pemilihan Ketua MUI Kabupaten Indramayu ini berlangsung demokratis dengan mekanisme pemilihan keterwakilan, terdiri dari 13 Tim Formatur yang terdiri dari perwakilan MUI Kecamatan, Pengurus Lama MUI Kabupaten Indramayu,Unsur organisasi kemasyarakatan, serta kalangan akademisi dan Pondok Pesantren di Kabupaten Indramayu.
Usai terpilih, KH Syaerozi Bilal mengatakan pihaknya mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan semua pihak, baik kalangan akademisi, pesantren,Ormas Keagamaan, terlebih para ulama yang ada ditingkat kecamatan di Kabupaten Indramayu.
“Jabatan ini adalah amanah dan Insyaallah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya
Dikatakan KH Syaerozi, awalnya dirinya tidak ada niat untuk mencalonkan diri sebagai ketua MUI Kabupaten Indramayu, namun mendekati acara musda, pihaknya didatangi oleh para Kiai sesepuh agar mencalonkan diri, mengingat, para calon lainnya dinilai masih relatif muda dan membutuhkan pendampingan pengalaman.
“Atas dorongan ini kemudian saya akhirnya mencalonkan diri dan maju dalam kontestasi MUI Kabupaten Indramayu,” ujarnya
KH Syaerozi Bilal mengajak kepada semua pihak agar bersama sama menuangkan ide dan pemikirannya untuk kemaslahatan umat yang lebih baik kedepannya.
“Saya secara pribadi siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjalankan tugas-tugas keumatan.” ujar KH Syaerozi.
Sementara itu, Bupati Lucky Hakim mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu membuka ruang kerja sama dan sinergi yang luas dengan MUI dalam mewujudkan Indramayu yang lebih baik sesuai dengan visi Indramayu REANG.
“Pemerintah Daerah sangat terbuka untuk bersinergi dengan MUI. Kami meyakini bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus ditopang oleh pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” ujarnya.
Bupati Lucky Hakim berharap, melalui Musda VII ini dapat menghasilkan kepengurusan MUI Kabupaten Indramayu yang amanah, visioner, dan responsif terhadap dinamika sosial serta berbagai persoalan keumatan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui Musda ke-VII ini, saya berharap akan lahir kepengurusan MUI Kabupaten Indramayu yang mampu menjawab tantangan keumatan dengan bijaksana, moderat, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
Musda VII MUI Kabupaten Indramayu sendiri diikuti oleh Forkopimda, jajaran pengurus MUI, Alim Ulama, Kiai, ustaz, Tokoh agama, tokoh masyarakat di Kabupaten Indramayu. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post