KAB. CIREBON, (FC).- Setelah resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) Desa Wisata dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, kini terus melakukan langkah nyata mewujudkan Desa Wisata.
Salah satunya dengan menyiapkan proposal pengajuan program Corporate Social Responsibility (CSR) ke Bank Indonesia (BI) sebagai upaya mempercepat realisasi pembangunan dan pengembangan destinasi wisata di Desa Karangsuwung.
Kuwu Desa Karangsuwung, Arief Nurdiansyah menyampaikan, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan tersebut dengan mempersiapkan seluruh dokumen dan proposal CSR yang diminta.
“Kami sudah siapkan proposal sesuai petunjuk dari Disbudpar. Kami berharap dukungan CSR BI bisa membantu mempercepat pembangunan kawasan wisata di Karangsuwung,” jelas Arief, Senin (13/10).
Ia juga menegaskan, selain mengajukan CSR ke BI, pihaknya membuka peluang bagi investor swasta yang ingin berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas wisata di desanya.
Desa Karangsuwung menyimpan banyak potensi yang layak dikembangkan. Selain bekas PG Karangsuwung yang kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, desa ini juga memiliki sejumlah situs bersejarah dan religi, seperti Astana Paliangan,
Masjid Al-Falah yang berdiri sejak tahun 1854, serta Sumur Kotak yang airnya tak pernah kering meski musim kemarau panjang.
“Situs-situs ini bukan hanya memiliki nilai sejarah, tapi juga daya tarik wisata yang kuat untuk dikembangkan. Semua ini menjadi modal penting menuju ‘The Real Desa Wisata’,” jelas Arief.
Menurut Arief, pengembangan Karangsuwung sebagai desa wisata tidak hanya untuk mempercantik wajah desa, tetapi juga sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Tahun 2025, Pemkab Cirebon Tambah 30 Desa Wisata Baru
Dengan adanya aktivitas wisata, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif setempat akan memiliki ruang tumbuh dan berkembang.
“Harapan kami, pengembangan ini bisa membawa manfaat ekonomi juga bagi warga. Ketika wisata hidup, otomatis UMKM juga akan bergerak,” harapnya.
Sementara Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Syafruddin Aryono mengungkapkan, bahwa pihaknya sejak awal mendukung penuh rencana Desa Karangsuwung menjadi desa wisata.
Dukungan tersebut kini diwujudkan dengan pendampingan dalam proses pengajuan CSR ke BI.
“Kami sudah sejak awal mendukung karena sudah melihat bahwa Desa Karangsuwung memiliki potensi wisata besar, terutama dengan adanya bekas Pabrik Gula (PG) Karangsuwung. Karena itu, kami dorong agar Pemdes segera mengajukan program CSR BI untuk mempercepat realisasi menuju destinasi wisatanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proposal CSR harus ditandatangani oleh BUMDes, Pokdarwis, dan Kuwu, serta diketahui oleh Camat dan Kadisbudpar. Setelah lengkap, proposal disampaikan kepada Kepala Perwakilan BI Cirebon dan Kepala BJB Cabang Sumber.
“Setelah pengajuan dilakukan, kami dari Disbudpar akan terus mengawal agar prosesnya berjalan lancar,” tambahnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post