Joseph menambahkan, sebagai pelopor energi batu bara bersih di Indonesia, perusahaan patungan tiga negara yaitu, Indonesia, Jepang dan Korea Selatan ini, berkomitmen terhadap green sustainability. Emisi pembangkit Cirebon Power jauh di bawah ambang batas pemerintah.
“Kami juga berhasil menekan gas rumah kaca selalu di bawah 1.00 kg CO2 eq/KWh yang ditentukan sebagai nilai optimal dalam industri pembangkitan listrik. Dalam menjalankan green sustainability, Cirebon Power melibatkan masyarakat sekitar pembangkit melalui program pemberdayaan. Sebagai perusahaan konsorsium pembangkit listrik yang mengoperasikan PLTU Cirebon unit I dengan kapasitas 660 MW, kami sedang membangun PLTU II Cirebon dengan kapasitas 1.000 MW yang ditargetkan selesai pada tahun 2022,” pungkas Yoseph. (Nawawi)










































































































Discussion about this post